Menu
Sign in
@ Contact
Search
Layar elektronik menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Layar elektronik menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pilarmas: IHSG Melemah, Awasi Lima Saham Potensi Melaju Jelang Akhir Pekan

Jumat, 30 September 2022 | 07:20 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi melemah pada perdagangan Jumat (30/9/2022). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang 7.000 – 7.100. Awasi lima saham potensi melaju jelang akhir pekan, salah satunya BBNI.

Pada perdagangan Kamis (29/9/2022), IHSG ditutup melemah sebesar 40 poin (0,58%) ke level 7.036. Sektor teknologi, transportasi & logistic, industri, keuangan, properti & real estate, infrastruktur, bahan baku, konsumen primer, konsumen non primer bergerak negatif dan mendominasi penurunan IHSG.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, ditengah situasi dan kondisi yang semakin penuh dengan ketidakpastian. Bahkan, para pejabat The Fed kemarin kembali menegaskan bahwa mereka akan terus menaikkan tingkat suku bunga untuk menjaga inflasi yang begitu tinggi, dan mereka yakin bahwa pelaku pasar dan investor akan dapat memahami pesan yang akan mereka sampaikan. Komite melihat akan ada sejumlah kenaikkan besar tambahan pada tahun ini.

Baca juga: Phintraco Sekuritas: Waspada Level Psikologis 7.000, Perhatikan Saham Potensi Rebound

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan,  situasi dan kondisi juga kian dipersulit, karena inflasi Jerman pada akhirnya mencapai dua digit untuk pertama kalinya sejak 20 tahun yang lalu. Inflasi mengalami kenaikkan bahkan hingga 10.9% dari tahun lalu, dimana kenaikkan tersebut naik dari sebelumnya 8.8%. Hal ini tentu saja akan memberikan tekanan kepada data inflasi Eropa yang akan keluar pada hari ini.

“Oleh sebab itu kami melihat, data inflasi dari Eropa yang keluar hari ini, tentu akan memberikan tekanan tersendiri kepada pelaku pasar dan investor. Situasi dan kondisi masih akan memburuk sebelum semuanya membaik, dan bahkan ini belum masuk ke dalam situasi dan kondisi yang memburuk pemirsa, karena perjalanan baru saja dimulai,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Jumat (30/9/2022).

Baca juga: Artha Sekuritas: IHSG Melemah, Amati WIIM Hingga SMGR

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, pada akhirnya, divergen antara tingkat suku bunga Bank Sentral Tiongkok dengan The Fed, telah mendorong Yuan mengalami pelemahan terhadap Dollar sejak krisis keuangan pada tahun 2008. Yuan pada akhirnya melemah menjadi 7.24 per Dollar, sebuah level yang tidak pernah terlihat dalam kurun waktu 14 tahun terakhir. Namun yang menariknya, Bank Sentral Tiongkok tidak melawannya, karena ada beredar kabar bahwa Tiongkok mungkin akan mengurangi dukungannya untuk mata uang ditengah penguatan Dollar dan melemahnya nilai tukar global.

“Kami berharap tentu Bank Sentral Tiongkok, akan mengukur kebijakan yang akan dikeluarkan dengan dampak dan efektivitas yang akan dirasakan. Sejauh ini terkait dengan pelemahan Yuan maupun Yen, semua akan mulai memasuki tahap dimana ada titik keseimbangan baru pada tahun ini, dimana situasi dan kondisi akan berubah dengan cepat,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Baca juga: Yugen: IHSG Tertekan, Ada Sembilan Saham Pilihan Calon Cuan

Tidak berbeda dengan di dalam negeri, Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, pelaku pasar di dalam negeri masih di selimuti potensi ancaman resesi global yang mungkin bisa terjadi akan berimbas ke dalam negeri. Kebijakan-kebijakan agresi bank sentral di seluruh negara dalam perang terhadap inflasi sehingga mendorong bank sentral melakukan kenaikan suku bunga acuannya. Pasar cemas serangkaian kebijakan akan memperlemah proses pemulihan ekonomi dalam negeri. Kondisi ini tentunya memberikan tekanan psikologis ke pelaku pasar yang cenderung untuk wait and see masuk ke aset berisiko.

Di sisi lain, bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia (BI) terus berupaya menjaga stabilitas moneter dalam negeri. Dimana sikap BI terus mengupayakan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah, terutama melalui strategi triple intervention dan operation twist. dilakukan baik melalui transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian/penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan untuk mengawasi lima saham potensi melesat  jelang akhir pekan. Kelima saham tersebut adalah BBNI, TOWR, INDY, SLIS, AGRO.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com