Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor memantau pergerakan saham. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Investor memantau pergerakan saham. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pilarmas: IHSG Melemah, HMSP hingga EMTK Malah Berpotensi Cuan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 1 Juli 2022 | 08:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi IHSG berdasarkan analisa teknikal, berpotensi melemah terbatas pada perdagangan Jumat (1/7/2022). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.893 – 7.074. Saham pilihan HMSP hingga EMTK malah berpotensi cuan jelang akhir pekan.

Pada perdagangan Kamis (30/6/2022), IHSG ditutup melemah sebesar -30 poin atau -0,44% ke level 6.911. Sektor basic materials, transportation & logistic, energy, financials, consumer cyclicals, properties & real estate, infrastructures, industrials, consumer non cyclicals bergerak negatif dan mendominasi penurunan IHSG kemarin.

Advertisement

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, aksi jual di saham semakin dalam, khususnya di Amerika yang dimana beberapa data yang keluar mulai menunjukkan kekhawatiran mengenai resesi. Ini merupakan tekanan yang cukup besar dimana, khususnya untuk S&P 500 yang mengalami penurunan hingga 21% sejak 6 bulan pertama tahun ini dan terbesar sejak tahun 1970. Imbal hasil obligasi US Treasury kembali turun hingga 3%. Penyebabnya adalah inflasi.

“Hal ini yang membuat pasar kian khawatir bahwa segalanya sesuatunya akan jauh lebih buruk, karena pasar melihat The Fed seperti mengejar sesuatu yang tidak terlihat, karena sudah terlalu jauh jaraknya. Baik saham maupun obligasi, keduanya menjadi akan melewati sesuatu yang lebih berat, dan bagi kita emerging market, obligasi memiliki tekanan yang lebih besar,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Jumat (1/7/2022).

Baca juga: IHSG Sulit Move On, Akankah Kembali Terjungkal di hari Kelima?

Ditambah lagi, lanjut Pilarmas Investindo Sekuritas, OPEC+ yang meratifikasi peningkatan produksi minyak untuk melengkapi pasokan yang di hentikan selama pandemi. Kelompok 23 negara yang dipimpin oleh Arab Saudi berencana untuk menambah 648 ribu barel per bulan August, dimana memulihkan tahap akhir dari 9.7 juta bare per hari yang 2 tahun lalu ditutup karena pandemi. Namun, beberapa anggota lain selain Arab Saudi, tidak bisa meningkatkan produksinya karena adanya masalah infrasructure dan politik. Sehingga mungkin bisa kita katakan keputusan ini bersifat simbolis.

“Dalam beberapa bulan terakhir, kelompok tersebut juga telah menambahkan lebih sedikit minyak ke pasar daripada yang dijanjikan. Mereka hanya menambahkan sedikit hanya untuk membuat harga minyak menjadi tenang,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, perang, Covid-19 dan perubahan iklim memberikan tekanan terhadap konflik baru, yakni kelaparan. Kenaikan harga pangan memang sudah menunjukkan kenaikan pada 2021 sebesar 23% yang disebabkan oleh cuaca ekstrim yang mempengaruhi tanaman. Lalu, muncul invasi Rusia pada Februari lalu yang semakin memperparah kondisi hingga menyebabkan harga komoditas menyentuh level tertingginya.

Baca juga: Phintraco Sekuritas: Perhatikan Critical Level 6.900, Ini Saham Pilihan Berpotensi Rebound

Mengingat kedua negara yang saat ini masih berkonflik tersebut merupakan dua eksportir gandum dan komoditas lainnya terbesar dunia. Kedua negara berselisih tersebut menyumbang seperempat ekspor gandum dan seperlima jagung serta lebih dari setengah minyak bunga matahari.

Tak hanya itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, harga gas bumi yang digunakan untuk pembuatan pupuk, juga melonjak sebab Rusia merupakan salah satu produsen migas terbesar. Invasi ini memberikan dampak cukup kuat terhadap kenaikan harga pangan global dibandingkan sejumlah krisis yang dilalui dalam 10 tahun terakhir.

Hal ini dikhawatirkan menghambat laju pemulihan ekonomi dalam negeri. Sehingga, pemerintah terus menggencarkan stabilitas stok terutama untuk komoditas pangan yang dating dari jalur impor. Sektor consumer non-cyclical sejak 3 bulan terakhir memang menarik minat pelaku pasar. Emitennya sendiri pun tertekan dalam hal biaya operasi sebab beberapa kenaikan harga tentunya berimbas pada margin keuntungan perusahaan. Pertemuan negara yang tergabung dalam G20 pada November mendatang diharapkan dapat memberikan solusi apabila kondisi ini berkepanjangan.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan lima saham yang malah berpotensi cuan pada perdagangan jelang akhir pekan ini, yaitu HMSP, AGII, AMRT, DOID, EMTK.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN