Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).  (Foto: beritasatu photo)

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). (Foto: beritasatu photo)

Pimpin Pasar O2O, Mitra Bukalapak Ditargetkan Jadi Penopang Kinerja Keuangan

Kamis, 9 September 2021 | 16:42 WIB
Lona Olavia

Genjot Kinerja Keuangan, Mitra Bukalapak Terus Didongkrak

 

JAKARTA, Investor.id – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) meyakini kontinuitas pertumbuhan kinerja keuangan ke depan, seiring dengan besarnya potensi pengembangan mitra Bukalapak. Bahkan, mitra diproyeksikan menjadi penyumbang terbesar pendapatan perseroan ke depan.

Keyakinan tersebut didukung atas pesatnya pertumbuhan pendapatan Mitra Bukalapak dalam beberapa tahun ini. Sepanjang kuartal II-2021, pertumbuhan pendapatan mitra Bukalapak menunjukkan lonjakan. Keyakinan tersebut juga didukung hasil riset Nielsen pada Juni 2021 terhadap 3.000 warung dan kios pulsa.

Riset tersebut mengungkap bahwa di antara 14 kota di seluruh Indonesia, 14,8% penetrasi online-to-offline (O2O) dipimpin oleh Mitra Bukalapak dengan penetrasi 42%. Di segmen warung yang menggunakan platform O2O, Mitra Bukalapak juga memimpin penetrasi di kategori grocery atau bahan makanan sebesar 55% dan penetrasi produk virtual sebesar 52%.                                                                                   

CEO Buka Mitra Indonesia Howard Gani mengatakan, Mitra Bukalapak sebagai lini bisnis memiliki peran strategis terhadap performa perusahaan setelah mencatatkan 8,7 juta Mitra Bukalapak hingga semester I-2021. Peran tersebut diperkirakan terus bertumbuh, seiring dengan target sebanyak 10 juta Mitra ke depan.

”Secara proyeksi, kami sudah on track dengan 8,7 juta Mitra dan diharapkan tren agresif pertumbuhannya berlanjut hingga akhir tahun. Hal ini diharapkan menjadikan Mitra Bukalapak sebagai penyumbang terbesar pendapatan perseroan. Selain itu, potensi penetrasinya masih sangat besar dan kompetitor-kompetitornya masih tahap awal untuk penetrasinya,”Mitra Bukalapak’s Business Update”, Kamis (9/9).

Berdasarkan data dari laporan “E-warung, Indonesia’s New Digital Battleground” yang dirilis grup CLSA Ltd pada September 2019, sebanyak 70% dari total penjualan ritel di Indonesia masih berjalan secara offline, dimana 65% di antaranya dilayani oleh warung. Adapun, pada 2017, Bukalapak meluncurkan Mitra Bukalapak untuk membantu warung tradisional bersaing di era digitalisasi dengan usaha retail modern.

Dengan Mitra Bukalapak, warung-warung tradisional kini dapat menawarkan layanan online tambahan, seperti pembayaran tagihan dan isi ulang pulsa kepada para pelanggannya. Mitra Bukalapak merupakan platform B2B Bukalapak untuk produk-produk fisik, virtual, dan keuangan yang memungkinkan warung tradisional dan agen individu memiliki akses kepada distribusi pasokan yang lebih lengkap.

Melalui tagline #WarungNaikKelas, Howard menjelaskan, Bukalapak mencoba untuk mendigitalkan pasar konvensional Indonesia. Alhasil, pada 2017, anggota Mitra Bukalapak yang berjumlah 2.870 warung, terus bertumbuh hingga mencapai 8,7 juta pada pertengahan 2021.

Howard menuturkan, Mitra Bukalapak memungkinkan masyarakat di sekitar mereka untuk mendapat akses antara lain terhadap suplai kebutuhan sehari-hari, kirim uang (Laku Pandai), pembayaran transaksi dari marketplace, pembelian voucher game atau belanja, pembayaran STNK, investasi atau transfer emas, dan pembelian token listrik.

Sebelumnya, manajemen Bukalapak mengakui bahwa mitra perseroan adalah penggerak utama pertumbuhan pada semester I-2021. Bukalapak mencatat total processing value (TPV) pada kuartal II-2021 dan semester I-2021 masing-masing meningkat sebesar 237% menjadi Rp 14,2 triliun dan 227% menjadi Rp 23,9 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi warung-warung itu terhadap TPV perseroan meningkat 48% pada kuartal II-2021. Pada saat yang sama average transaction value (ATV) mitra meningkat sebesar 98% dibandingkan kuartal yang sama tahun 2020.

 Pada akhir Juni 2021, jumlah Mitra yang telah terdaftar mencapai 8,7 juta, naik dari 6,9 juta pada akhir Desember 2020. Alhasil pendapatan Mitra Bukalapak pada kuartal II-2021 tumbuh sebesar 292% menjadi Rp 145 miliar. Adapun pendapatan pada semester I-2021 untuk Mitra Bukalapak naik sebesar 350% menjadi Rp 290 miliar.

Kontribusi Mitra Bukalapak terhadap pendapatan perseroan meningkat dari 12% pada kuartal II-2020 menjadi 33% pada tahun ini. Sedangkan, margin kontribusi Mitra Bukalapak setelah beban penjualan dan pemasaran menjadi minus 0,5% terhadap TPV pada semester I-2021. Sejalan dengan ini, rasio kerugian operasional Mitra terhadap TPV membaik dari 1,2% pada 2020 menjadi 0,6% pada semester I-2021.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN