Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor melihat pergerakan harga saham.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Investor melihat pergerakan harga saham. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Platform Saham Ini Andalkan Analis Tersertifikasi dan Berpengalaman

Rabu, 9 Desember 2020 | 17:59 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tahun ini, pasar modal Indonesia dianggap masih kekurangan analis yang berintegritas, pengalaman, dan acuan ranking yang jelas. Kekurangan analis tersebut bisa memunculkan perspektif kaya secara instan melalui saham, termasuk di kalangan anak muda milenial.

Selama ini, tak bisa dimungkiri cukup banyak analis dengan background non-keuangan yang mengedukasi pemodal, serta menggunakan media sosial dan endorse para artis untuk memperbanyak volume perdagangan.

“Platform kami, emiten.com, saat ini hanya menerima analis yang memiliki track record jelas dan diutamakan yang tersertifikasi. Integritas ini penting karena kini banyak oknum analis yang mempertontonkan profit cepat dari saham,” kata Denny Huang, founder emiten.com, di sela perilisan fitur terbaru emiten.com, baru-baru ini.

Sebab itu, manajemen berencana memperpanjang promo emiten.com di google playstore hingga tahun depan, dengan biaya berlangganan Rp 199 ribu untuk akses selama 1 tahun. “Agar penetrasi edukasi tentang pentingnya analis berkualitas dan cara memilih analis yang berkualitas itu lebih luas. Kami berharap banyak analis berkualitas yang bergabung,” jelas dia.

Denny menegaskan, dalam investasi saham, banyak investor saham pemula yang mengalami kerugian, karena tidak memahami dengan baik analisis fundamental dan teknikal. Sementara, tidak semua analis menganalisa dengan kedua teknik bersamaan. Ada yang teknikal saja tanpa memperhatikan fundamental, begitu sebaliknya.

“Karena itu, kami dalam tahap penjajakan dengan beberapa venture capital untuk memperkuat kemitraan strategis yang dapat menghadirkan para analis kompeten dengan pemikiran analisis yang dalam,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN