Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Permodalan Nasional Madani (PNM). Foto: Perseroan.

Permodalan Nasional Madani (PNM). Foto: Perseroan.

PNM dan Pupuk Indonesia Segera Tawarkan Obligasi Rp 3,4 Triliun

Rabu, 24 Februari 2021 | 06:02 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pupuk Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 3,41 triliun. Dana dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk mendukung kegiatan usaha perusahaan.

Berdasarkan keterangan resmi, Selasa, (23/2), PNM berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap V Tahun 2021 sebesar Rp 666,2 miliar. Obligasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan III PNM dengan target dana Rp 6 triliun.

Perseroan sudah menerbitkan bagian pertama dan kedua dari Obligasi Berkelanjutan III pada 2019 dengan nilai total Rp 3,35 triliun. Kemudian pada 2020, PNM menerbitkan bagian ketiga dan keempat dengan nilai total Rp 1,98 triliun.

Hingga awal 2021, PNM kembali menerbitkan bagian kelima dengan nilai Rp 666,2 miliar. Obligasi ini diterbitkan dalam tiga seri. Seri A diterbitkan dengan nilai pokok Rp 168 miliar, tingkat bunga 6,25% dan tenor 370 hari.

Sementara Seri B diterbitkan dengan nilai pokok Rp 159 miliar, tingkat bunga 7,25% dan tenor tiga tahun. Sedangkan Seri C diterbitkan dengan nilai pokok Rp 339,2 miliar, tingkat bunga 8,25% dan tenor lima tahun.

Sesuai rencana, perseroan akan melakukan masa penawaran umum pada 4-10 Maret 2021. Penjatahan pada 15 Maret 2021, distribusi secara elektronik pada 17 Maret 2021 dan pencatatan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 Maret 2021. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi adalah PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas.

Selain PNM, PT Pupuk Indonesia (Persero) akan melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II tahap II senilai Rp 2,75 triliun akan terlaksana pada Maret 2021. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini optimistis surat utang tersebut bakal terserap maksimal oleh para investor. 

Direktur Keuangan dan Investasi Pupuk Indonesia Eko Taufik Wibowo mengatakan, respons positif investor sudah terlihat selama masa penawaran awal (bookbuilding) yang telah dilakukan perseroan. Pihaknya mencatat, kelebihan permintaan awal mencapai lebih dari Rp6 triliun. 

Menurut keterbukaan informasi pada Senin, (23/2), obligasi ini terdiri dari tiga seri. Seri A memiliki nilai pokok Rp 350 miliar, tingkat bunga 5,6% dan tenor tiga tahun. Kemudian, Seri B diterbitkan dengan nilai pokok Rp 1,6 triliun, tingkat bunga 6,2% dan tenor lima tahun. Selanjutnya, Seri C diterbitkan dengan nilai pokok Rp 800 miliar, tingkat bunga 7,2% dan tenor tujuh tahun.

Sesuai rencana, hasil emisi obligasi akan diserap untuk pembiayaan kembali (refinancing) pinjaman perbankan. Sebelumnya, Fitch Ratings telah menyematkan peringkat AAA untuk penerbitan obligasi Pupuk Indonesia. 

Obligasi ini bagian dari obligasi berkelanjutan II yang memiliki total plafon hingga Rp 8 triliun. Tahun lalu, Pupuk Indonesia menerbitkan tahap I dengan nilai emisi Rp 2,43 triliun.

Pipeline BEI

Berdasarkan pipeline Bursa Efek Indonesia (BEI) per 16 Februari 2021, ada 8 emiten yang akan menerbitkan obligasi dan sukuk dalam waktu dekat. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, nilai dari penerbitan obligasi itu mencapai Rp 10,5 triliun. "Sebanyak 10 emisi itu terdiri atas 3 emisi sukuk dan 7 emisi obligasi dengan nilai Rp 10,5 triliun," jelas dia.

Penerbitan obligasi itu, menurut Nyoman, akan meningkatkan penerbitan obligasi korporasi tahun ini yang berpotensi mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun lalu. Potensi ini terlihat dari outstanding obligasi korporasi yang mulai menunjukkan pertumbuhan pasca adanya penurunan yang disebabkan oleh pandemi.

Sementara itu, hingga 16 Februari 2021, BEI mencatat nilai obligasi dan sukuk baru yang sudah dicatatkan mencapai Rp 5,11 triliun. Sedangkan total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 473 emisi dari 130 emiten dengan nilai nominal outstanding Rp 427,09 triliun dan US$ 47,5 juta.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN