Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi PNM. (Foto: Istimewa/Beritasatu.com)

Ilustrasi PNM. (Foto: Istimewa/Beritasatu.com)

PNM Targetkan Dana Rp 5,63 Triliun dari Sukuk dan Obligasi

Gita Rosiana, Senin, 20 Januari 2020 | 18:51 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) akan menghimpun pendanaan sebesar Rp 5,63 triliun pada tahun ini. Dana tersebut akan diperoleh dari penerbitan obligasi dan sukuk.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menjelaskan, perseroan masih memiliki sisa plafon dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III Tahun 2019 sebesar Rp 2,63 triliun. Adapun total plafon dari obligasi berkelanjutan tersebut mencapai Rp 6 triliun.

"Rencana tahun ini akan isu sisa PUB III sebesar Rp 2,63 triliun. Namun untuk penarikannya akan sekaligus atau dua kali, lihat di ujung kuartal I-2020 ini," jelas dia kepada Investor Daily, Senin (20/1).

Arief mengungkapkan, perseroan sudah menerbitkan sebesar Rp 3,36 triliun dari total plafon Rp 6 triliun pada 2018 dan 2019. Pada 2019, perseroan sudah menerbitkan bagian dari obligasi berkelanjutan tersebut dengan nilai Rp 2 triliun. 

Obligasi ini terdiri atas dua seri, yakni Seri A dengan tenor 3 tahun dan kupon bunga 8,75%-9,75%. Sedangkan Seri B memiliki tenor 5 tahun dengan kupon 9-10%.

Selain melalui penerbitan obligasi, perseroan juga berencana menerbitkan sukuk pada tahun ini. Adapun nilai dari penerbitan sukuk tersebut mencapai Rp 2-3 triliun.

Arief mengungkapkan, di luar pendanaan dari pasar modal, perseroan juga menjajaki pinjaman dari bank komersial.

"Kami juga mendapatkan fasilitas dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan sebesar Rp 1 triliun," ujar dia.

Dengan adanya pendanaan tersebut, perseroan berharap bisa mendukung penyaluran pembiayaan melalui program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) sebesar Rp 28 triliun tahun ini. Sedangkan pada 2019, perseroan merealisasikan pembiayaan sebesar Rp 24,16 triliun.

Adapun pembiayaan pada 2019 meningkat 67,68% dibandingkan akhir 2018 yang sebesar Rp 14,4 triliun. Pembiayaan ini paling banyak disumbang dari program Mekaar sebesar Rp 20,18 triliun dan sisanya dari program ULaMM.

Dari sisi nasabah, perseroan mencatat total nasabah aktif pada 2019 sebanyak 6,11 juta orang. Jumlah nasabah ini meningkat 48,28% dari periode 2018. Nasabah dari program Mekaar berkontribusi paling besar, yakni sebanyak 6,04 juta orang.

Hingga akhir 2019, PNM memiliki 2.862 kantor. Jumlah ini bertambah dibandingkan akhir 2018 yang mencapai 2.458 kantor.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN