Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

PNM Tawarkan Sukuk Rp 322 Miliar

Gita Rossiana, Rabu, 19 Februari 2020 | 20:26 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menawarkan Sukuk Mudharabah III Tahun 2019 Seri C senilai Rp 322 miliar.  Dana dari penerbitan sukuk tersebut akan digunakan untuk mendukung kinerja perseroan.

Sukuk ini memiliki tingkat bagi hasil floating dengan satuan perdagangan Rp 500 juta. Sesuai rencana, perseroan akan melakukan distribusi secara elektronik pada 20 Februari 2020 dan tanggal pembayaran bagi hasil pertama pada 20 Mei 2020.

"Sukuk memiliki tenor tiga tahun hingga  20 Februari 2023 dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) bertindak sebagai wali amanat dalam penerbitan sukuk," tulis manajemen PNM, yang dilansir dari keterbukaan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Rabu (19/2).

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan, dana dari hasil penerbitan sukuk akan digunakan untuk mendukung penyaluran pembiayaan PNM yang berbasis syariah. "Karena sesuai beleid P-OJK No 16 Tahun 2019, pembiayaan syariah harus dengan sumber dana berbasis syariah," jelas dia.

Adapun tahun ini, PNM akan menghimpun pendanaan sebesar Rp 3,63 triliun. Dana tersebut akan diperoleh dari penerbitan obligasi dan sukuk. Menurut Arief, perseroan masih memiliki sisa plafon dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III Tahun 2019 sebesar Rp 2,63 triliun. Adapun total plafon dari obligasi berkelanjutan tersebut mencapai Rp 6 triliun.

"Rencana tahun ini ada sisa PUB III sebesar Rp 2,63 triliun. Namun, untuk penarikannya akan sekaligus atau dua kali, lihat pada akhir kuartal I-2020 ini," jelas dia.

Lebih lanjut Arief mengungkapkan, perseroan sudah menerbitkan obligasi sebesar Rp 3,36 triliun dari total plafon Rp 6 triliun pada 2018 dan 2019. Pada 2019, perseroan sudah menerbitkan bagian dari obligasi berkelanjutan tersebut dengan nilai Rp 2 triliun. Obligasi ini terdiri atas dua seri, yakni Seri A dengan tenor 3 tahun dan kupon bunga 8,75%-9,75%. Sedangkan Seri B memiliki tenor 5 tahun dengan kupon 9-10%.

Selain melalui penerbitan obligasi, perseroan juga berencana menerbitkan sukuk pada tahun ini. Adapun nilai dari penerbitan sukuk atau obligasi syariah mencapai Rp 1 triliun. "Selama 2020 kami akan ambil pendanaan berbasis syariah sekitar Rp 2,7 triliun. Sekitar Rp 1 triliun akan kami upayakan melalui penerbitan obligasi syariah," ucap dia.

Arief mengungkapkan, di luar pendanaan dari pasar modal, perseroan juga menjajaki pinjaman dari bank komersial. "Kami juga mendapatkan fasilitas dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan sebesar Rp 1 triliun," ujar dia.

Dengan adanya pendanaan tersebut, perseroan berharap bisa mendukung penyaluran pembiayaan melalui program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) sebesar Rp 28 triliun tahun ini. Sedangkan pada 2019, perseroan merealisasikan pembiayaan sebesar Rp 24,16 triliun.

Adapun pembiayaan pada 2019 meningkat 67,68% dibandingkan akhir 2018 yang sebesar Rp 14,4 triliun. Pembiayaan ini paling banyak disumbang dari program Mekaar sebesar Rp 20,18 triliun dan sisanya dari program UlaMM.

Dari sisi nasabah, perseroan mencatat total nasabah aktif pada 2019 sebanyak 6,11 juta orang. Jumlah nasabah ini meningkat 48,28% dari periode 2018. Nasabah dari program Mekaar berkontribusi paling besar, yakni sebanyak 6,04 juta orang. Hingga akhir 2019, PNM memiliki 2.862 kantor. Jumlah ini bertambah dibandingkan akhir 2018 yang mencapai 2.458 kantor.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN