Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jerome Powell. Foto: IST

Jerome Powell. Foto: IST

Powell: Perang Dagang AS-Tiongkok Bebani Keputusan Investasi

Sabtu, 7 September 2019 | 15:08 WIB

WASHINGTON, investor.id - Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell mengatakan Jumat (6/9/2019) bahwa perang perdagangan antara Tiongkok dan AS membebani keputusan investasi perusahaan.

"Saya pikir itu adalah kasus bahwa ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan menyebabkan beberapa perusahaan menahan investasi sekarang," kata Powell di Swiss. “Kami telah mendengar sedikit tentang ketidakpastian. Jadi untuk bisnis, khususnya melakukan investasi jangka panjang di pabrik atau peralatan atau perangkat lunak, mereka menginginkan kepastian bahwa permintaan akan ada di sana.”

Tiongkok dan AS telah terlibat dalam perang dagang yang telah mengguncang pasar keuangan sejak tahun lalu. Pada bulan Agustus, peningkatan antara kedua negara menyebabkan ekuitas AS ke kerugian terbesar satu bulan sejak Mei.

AS-Tiongkok. Foto ilustrasi: IST
AS-Tiongkok. Foto ilustrasi: IST

Ketegangan antara dua Negara ekonomi terbesar dunia itu sedikit mencair minggu ini setelah pejabat perdagangan Tiongkok mengatakan mereka akan terbang ke Washington bulan depan untuk melanjutkan negosiasi. Namun, harapan kedua belah pihak mencapai kesepakatan rendah.

Ketidakpastian di sekitar perdagangan telah berkontribusi pada The Fed melonggarkan sikapnya pada kebijakan moneter, mengikuti bank sentral lainnya di luar negeri. The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan Juli dan diperkirakan akan memangkas suku bunga lagi akhir bulan ini.

Powell mengatakan tingkat suku bunga yang lebih rendah membantu menjaga ekonomi AS di tempat yang baik. Sektor jasa AS berkembang pada tingkat yang lebih cepat dari yang diperkirakan pada bulan Agustus, menurut data dari Institute of Supply Management yang dirilis Kamis. Namun, sektor manufaktur AS mengalami kontraksi untuk pertama kalinya sejak 2016 bulan lalu.

Ketua The Fed juga mengatakan dia tidak mengharapkan ekonomi AS jatuh ke dalam resesi. (gr)

Sumber : CNBC

BAGIKAN