Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dengan China Aluminium International Engineering Corporation Ltd  (Chalieco) menandatangani kontrak pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery bersama di Beijing akhir pekan lalu

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dengan China Aluminium International Engineering Corporation Ltd (Chalieco) menandatangani kontrak pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery bersama di Beijing akhir pekan lalu

PP Gandeng Chalieco Tandatangani Proyek Pembangunan Smelter Borneo Alumina

Kamis, 16 Januari 2020 | 18:41 WIB

JAKARTA, Investor.id -  PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dengan China Aluminium International Engineering Corporation Ltd  (Chalieco) menandatangani kontrak pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery bersama di Beijing akhir pekan lalu. Smelter yang diperkirakan menelan investasi US$ 850 juta tersebut ditargetkan beroperasi mulai 2022.

Signing Ceremony  kontrak pembangunan smelter tersebut dilakukan di KBRI Beijing, Sabtu (11/1). Penandatanganan diwakili oleh Abdul Haris Tatang selaku Direktur Operasi 3 PP dan didampingi  Kepala Divisi EPC PP Nurlistyo Hadi.  

Smelter Grade Alumina Refinery  berkapasitas 1 juta ton per tahun merupakan milik PT Borneo Alumina Indonesia, yaitu perusahaan patungan milik PT Inalum dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Smelter tersebut  berlokasi di Desa Bukit Batu, Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. 

 “Dalam pembangunan proyek Smelter ini, perseroan bekerjasama dengan China Alumunium International Engineering Corporation  berperan sebagai kontraktor yang juga akan bertanggung jawab dalam penyelesaian proyek,” ujar Tatang melalui siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Kamis (16/1).

Dia mengatkaan, kKonsorsium Chalieco dan PP optimistis dapat menyelesaikan proyek tersebut dalam jangka waktu 31 bulan. “Dengan keberhasilan perseroan sebagai kontraktor EPC yang telah memiliki berbagai pengalaman dalam mengerjakan proyek-proyek pembangkit listrik, minyak dan gas, dan industri, maka  proyek Smelter Grade Alumina Refinerary ini bisa menambah portofolio pekerjaan dibidang pemurnian atau Smelter”, ujarnya.

Proyek pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery ini menelan investasi berkisar US$ 850 Juta dan pabrik pemurnian ini ditargetkan beroperasi pada 2022. Nantinya pabrik tersebut memproduksi 1 Juta ton alumunium per tahun.

Smelter ini diharapkan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi komoditas tambang Indonesia. Proyek ini menjadi bukti bahwa BUMN Indonesia berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan sejalan dengan semangat perubahan yang sedang digalakkan oleh pemerintah. 

  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN