Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PP  kembali ditunjuk sebagai kontraktor pembangunan pabrik peleburan (smelter) Feronikel Jalur Produksi 2 dan Jalur Produksi 5-6 Block Lapaopao di Provinsi Sulawesi Tenggara.

PP kembali ditunjuk sebagai kontraktor pembangunan pabrik peleburan (smelter) Feronikel Jalur Produksi 2 dan Jalur Produksi 5-6 Block Lapaopao di Provinsi Sulawesi Tenggara.

PP Kembali Ditunjuk Garap Pembangunan “Smelter” Feronikel Rp 3,22 Triliun

Minggu, 22 November 2020 | 10:42 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - PT PP (Persero) Tbk, perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia, kembali ditunjuk sebagai kontraktor pembangunan pabrik peleburan (smelter) Feronikel Jalur Produksi 2 dan Jalur Produksi 5-6 Block Lapaopao di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Perseroan sebelumnya telah sukses menyelesaikan pembangunan Fase 1 untuk Jalur Produksi 1 bersama dengan China ENFI Engineering Corporation (ENFI). Sedangkan nilai kontrak proyek Fase 2 (Jalur Produksi 2) senilai Rp 1,01 triliun dan pekerjaan Fase 4 (Jalur Produksi 5-6) mencapai Rp 2,21 triliun. Masa pelaksanaan pekerjaan Jalur Produksi 2 selama 26 bulan dan mencapai 34 bulan untuk pekerjaan Jalur Produksi 5-6.

Penandatanganan perjanjian kerjasama pembangunan pabrik peleburan (smelter) Feronikel Jalur Produksi 2 dan Jalur Produksi 5-6 Block Lapaopao dilaksanakan pada Jumat (20/11) bertempat di Kantor PT Ceria Nugraha Indotama (CNI), Jakarta. Penandanganan dilakukan SVP Divisi EPC Perseroan Nurlistyo Hadi dan Dirut CNI Derian Sakmiwita. Hadir juga Direktur Utama PP Novel Arsyad, Direktur Operasi 3 PP Eddy Herman Harun, dan Legal Corporate CNI Aulia Wiratama.
Penandatanganan perjanjian kerjasama pembangunan pabrik peleburan (smelter) Feronikel Jalur Produksi 2 dan Jalur Produksi 5-6 Block Lapaopao dilaksanakan pada Jumat (20/11) bertempat di Kantor PT Ceria Nugraha Indotama (CNI), Jakarta. Penandanganan dilakukan SVP Divisi EPC Perseroan Nurlistyo Hadi dan Dirut CNI Derian Sakmiwita. Hadir juga Direktur Utama PP Novel Arsyad, Direktur Operasi 3 PP Eddy Herman Harun, dan Legal Corporate CNI Aulia Wiratama.

Penandatanganan perjanjian kerjasama pembangunan pabrik peleburan (smelter) Feronikel Jalur Produksi 2 dan Jalur Produksi 5-6 Block Lapaopao dilaksanakan pada Jumat (20/11) bertempat di Kantor PT Ceria Nugraha Indotama (CNI), Jakarta. Penandanganan dilakukan SVP Divisi EPC Perseroan Nurlistyo Hadi dan Dirut CNI Derian Sakmiwita. Hadir juga Direktur Utama PP Novel Arsyad, Direktur Operasi 3 PP Eddy Herman Harun, dan Legal Corporate CNI Aulia Wiratama.

Novel Arsyad mengatakan, rRuang lingkup pekerjaan yang akan dilakukan perseroan terdiri atas pekerjaan persiapan, pekerjaan sipil (pondasi, steel structure, access road inside plant, dan bangunan pendukung), pekerjaan BOP Mechanical (water treatment plant, pompa, dan comprehensive pipelines), serta pekerjaan BOP Electrical (substation 150 kV, transmisi 150 kV, EDG).

“Setelah dipercaya mengerjakan Jalur Produksi 1 bersama dengan ENFI, perseroan kembali diberikan kepercayaan CNI selaku owner untuk mengerjakan pembangunan smelter Feronikel Fase 2 (Jalur Produksi 2) dan Fase 4 (Jalur Produksi 5&6),” ujarnya melalui siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Minggu (22/11).

Dia mengatakan, perseroan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan CNI untuk membangun proyek tersebut. “Berbekal pengalaman dan kualitas pekerjaan yang dimiliki oleh Perseroan, kami yakin dapat menyelesaikan perkerjaan pembangunan sesuai dengan waktu yang telah ditargetkan dengan kualitas terbaik,” ungkapnya.

Hingga Oktober 2020, perseroan telah meraih kontrak baru sebanyak Rp 12,57 triliun, dibandingkan target hingga akhir tahun mencapai Rp 25,53 triliun. Sebagian besar kontrak baru ini bersumber dari proyek BUMN. Kontrak baru tersebut disumbangkan induk usaha dan anak usaha masing-masing sebesar 82% dan 18%. Berdasarkan sumber proyek, paling banyak berasal dari BUMN sebesar 44%, disusul pemerintah sebesar 32% dan swasta 24% dari total perolehan kontrak baru.

Selain itu, PT PP bersama anak usahanya yang bergerak di bidang investasi infrastruktur, yaitu PT PP Infrastruktur, mulai membangun sistem penyediaan air minum (SPAM) lintas kota Pekanbaru dan kabupaten Kampar. Nilai investasi proyek tersebut senilai Rp 2 triliun. Peletakan batu pertama (groundbreaking ceremony) pembangunan SPAM Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar digelar di Pekan baru, Kamis (19/11).

Proyek tersebut dimiliki PT PP Tirta Riau, yaitu badan usaha kerjasama yang dibentuk Konsorsium PPMV, yaitu PP, PT PP Infrastruktur, Maynilad Water Services Inc, dan PT Varsha Zamindo Lestari. Nantinya SPAM tersebut akan melayani sekitar 624.000 jiwa (sekitar 102.000 sambungan rumah) di lima kecamatan, yaitu Tampan, Bukit Raya, Marpoyan Damai, Siak Hulu, dan Tambang.

Direktur Utama PP Infra Didik Mardiyanto mengatakan, PP Infra satu-satunya investor dan perusahaan pertama di Indonesia yang mengembangkan infrastruktur SPAM dari hulu hingga hilir. Nilai investasi yang akan digelontorkan PP Tirta Riau untuk proyek tersebut mencapai Rp 2 triliun.

Dana tersebut akan diamanfaatkan untuk pembiayaan pembangunan instalasi pengolahan air kapasitas output 1.000 lpd, beserta seluruh bangunan kelengkapannya, pembangunan pipa transmisi, pembangunan seluruh jaringan distribusi dan retikulasi hingga sampai ke para pelanggan di area pelayanan, serta membantu kedua PDAM untuk peningkatan kinerja dengan adanya twinning program.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN