Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Pembangunan Perumahan (PTPP). Foto: DAVID

PT Pembangunan Perumahan (PTPP). Foto: DAVID

PP Kembali Pulih

Rabu, 12 Agustus 2020 | 04:27 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT PP Tbk (PTPP) diproyeksi kembali pulih pada paruh kedua tahun ini, sehingga diharapkan berdampak positif terhadap kinerja keuangan pada 2021. Sedangkan kinerja tahun ini akan ditopang oleh pengerjaan sejumlah kontrak lanjutan (carry over) tahun lalu.

Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya mengungkapkan, pemulihan kontrak baru PP pada kuartal IV-2020 didasari oleh ekspektasi pelaksanaan tender sejumlah proyek yang sempat tertunda dalam beberapa bulan sebelumnya akibat pandemi Covid-19.

“Sedangkan penopang utama kinerja keuangan perseroan tahun ini berasal dari kontrak carry over yang diperkirakan mencapai Rp 68 triliun,” tulis dia dalam risetnya, baru-baru ini.

Andrey juga memberikan pandangan positif terhadap perolehan kontrak baru pembangunan Sirkuit Mandalika dan kawasan industri Batang. PP berhasil memenangi tender proyek senilai Rp 900 miliar untuk proyek Sirkuit Mandalika.

Sedangkan kawasan industri Batang dengan target pembangunan seluas 4.300 hektare (ha), dengan tahap pertama mencapai 450 ha.

Adapun tahun ini, RHB Sekuritas memangkas turun target kinerja keuangan PP, seiring rendahnya realisasi kontrak baru akibat penundaan sejumlah tender proyek, menyusul pandemi Covid-19.

Target laba bersih PP direvisi turun menjadi Rp 232 miliar tahun ini dibandingkan perkiraan semula Rp 705 miliar. Pendapatan juga dipangkas dari Rp 20,94 triliun menjadi Rp 18,32 triliun.

Meski demikian, saham PTPP masih direkomendasikan beli, seiring dengan perkiraan pulihnya kinerja keuangan perseroan tahun depan. Target harga PTPP dipatok Rp 1.200. Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan P/E perseroan tahun 2021-2022 sebesar 12,1-7,8 kali. Target tersebut juga menggambarkan ekspektasi kinerja operasional dan keuangan yang kembali pulih.

Salah satu kegiatan infrastryktur PT PP. Foto: EMRAL
Salah satu kegiatan infrastryktur PT PP. Foto: EMRAL

Di lain pihak, analis Trimegah Sekuritas Farah Rahmi Oktaviani dan Adi Prabowo dalam risetnya, mengungkapkan bahwa prospek kinerja keuangan dan saham PP didasari oleh ekspektasi pulihnya kinerja tahun depan.

Katalis pertumbuhan datang dari proyek pembangunan kawasan industri Batang sebagai tempat relokasi pabrik dari Tiongkok. Proyek diharapkan mulai berkontribusi terhadap kontrak baru perseroan akhir tahun ini, sehingga menjadi katalis bagi pertumbuhan tahun depan.

Kinerja keuangan PP juga akan didukung oleh tren peningkatan margin keuntungan (gross margin) proyek EPC menjadi 23% hingga semester I-2020. Apalagi, hingga kini perseroan telah menggenggam sejumlah proyek EPC bernilai besar.

Menurut Farah dan Adi, peningkatan tersebut bisa menjadi bantalan atas penurunan margin keuntungan kontrak konstruksi.

Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham PTPP menjadi Rp 1.100 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Peningkatan target harga tersebut juga mempertimbangkan pulihnya kinerja operasional dan keuangan PP mulai paruh kedua tahun ini.

Trimegah Sekuritas memproyeksikan perolehan laba bersih PP tahun ini sebesar Rp 287 miliar dibandingkan pencapaian tahun lalu senilai Rp 930 miliar.

Pendapatan juga diperkirakan turun dari Rp 24,66 triliun menjadi Rp 17,42 triliun. Sedangkan kontrak baru diproyeksikan turun dari Rp 33,54 triliun menjadi Rp 19,55 triliun dan diharapkan kembali naik menjadi Rp 27,03 triliun pada 2021.

Pelabuhan Patimban

PT PP. Foto: IST
PT PP. Foto: IST

PP optimistis pengerjaan proyek Pelabuhan Patimban dapat diselesaikan sesuai dengan target. Hal ini berdasarkan progres pengerjaan yang telah direalisasikan perseroan bersama dengan konsorsium.

Direktur Utama PP Novel Arsyad mengatakan, perseroan bersama perusahaan konstruksi lainnya yang tergabung dalam konsorsium optimistis soft opening proyek tersebut dilaksanakan pada November 2020.

“Hingga 3 Agustus 2020, progres pembangunan konstruksi terminal dan petikemas telah mencapai 77,38% dan progres pembangunan jalan akses telah mencapai 93,56%, sehingga pemerintah dapat melakukan soft opening pengoperasian sebagian dari aktivitas di Pelabuhan Patimban,” ujarnya.

Optimisme tersebut disampaikan manajemen perseroan dan sejumlah anggota konsorsium lainnya saat menerima kunjungan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi beserta rombongan ke pembangunan proyek Pelabuhan Patimban, Minggu (9/8).

Kujungan tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Direktur Utama PP Novel Arsyad, Direktur Operasi 2 PP M. Toha Fauzi, Senior Representative of JICA, SVP Divisi Infrastruktur 2 Pande Ketut, GM Operasi Divisi Infrastruktur 2 I. Made Kartu, Project Manager Konsorsium Penta-Rinkai-TOAPP- WIKA, Project Manager JO WIKA-PP, Project Manager JV Toto-ADHI-Wakachiku, dan lain-lain.

PP bersama sejumlah perusahaan lainnya telah ditunjuk pemerintah untuk mengerjakan tiga paket proyek pembangunan dan pengembangan pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, yaitu paket 1 proyek konstruksi terminal yang dikerjakan perseroan melalui konsorsium bersama Penta-Rinkai-TOA-PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dengan nilai kontrak Rp 6 triliun.

Perseroan bersama Wika telah membentuk joint operation yang memenangi pengerjaan paket 3, yaitu pengembangan jembatan penghubung dengan nilai kontrak Rp 524 milar. PP melalui joint venture bersama Shimizu–BCK juga memenangi paket 4 proyek Pelabuhan Patimban, yaitu proyek pembangunan access road Pelabuhan Patimban senilai Rp 1,12 triliun.

PP menyebutkan bahwa proyek pembangunan terminal Patimban mulai dikerjakan sejak Oktober 2018 oleh konsorsium Penta-Rinkai-TOA-PPWIKA. Hingga kini, progress pengerjaan dermaga petikemas dengan kapasitas 250 ribu TEUs tersebut sudah mencapai 77,38%, sehingga soft opening ditargetkan terlaksana pada November 2020.

Sedangkan paket tiga berupa pengerjaan jembatan penghubung sepanjang satu kilometer yang dikerjakan perseroan bersama dengan Wika telah mulai digarap April 2020 dan ditargetkan tuntas pada Desember 2021.

Jembatan penghubung ini akan menjadi akses utama penghubung badan pelabuhan dengan jalan akses dan back up area. Begitu juga dengan pengerjaan jalan akses melalui JV perseroan dengan Shimizu- BCK telah mulai dikerjakan sejak Oktober 2018 dan kini progresnya telah mencapai 93,56% dan ditargetkan selesai pada Desember 2020/

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN