Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penandatanganan Mou ini dilakukan antara para pihak yaitu PTPP dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) dan PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) di lokasi Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah.

Penandatanganan Mou ini dilakukan antara para pihak yaitu PTPP dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) dan PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) di lokasi Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah.

SINERGI CIPTAKAN INOVASI BISNIS

PP Majukan Geliat Ekonomi Melalui Pengembangan KIT Batang

Jumat, 30 Oktober 2020 | 20:46 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia, bersinergi dengan beberapa BUMN dan lembaga pemerintah untuk mempercepat pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. Proyek tersebut juga bagian dari strategi PP untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan geliat ekonomi di Indonesia.

PP sebelumnya telah membentuk kerja sama dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) (PTPN IX) untuk mempercepat pembangunan KIT Batang. PP juga bersinergi dengan Perumda Batang, BKPM, Kementerian BUMN, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat pembangunan KIT Batang Fase 1 seluas 450 hektare.

Dirut PP Novel Arsyad mengatakan, hingga kini, pembangunan jalan akses sementara, perizinan, dan pembangunan marketing gallery KIT Batang tahap 1 sudah menunjukkan progress yang baik. Hal ini didasarkan data progress pekerjaan lapangan, yaitu pembangunan jalan akses sementara telah mencapai 90%, clearing & grubbing zona 1 mencapai 44,8%, cut & fill zona 1 mencapai 1,32%, dan marketing gallery mencapai 65%.

KIT Batang Tahap 1 nantinya dilengkapi beberapa fasilitas pendukung dan konektivitas kawasan, yaitu akses sementara kawasan, simpang susun Tol KM 371+800, jalan sekunder sepanjang 11,4 km, jalan utama sepanjang 5,2 km, marketing gallery, perluasan stasiun dan dryport, jaringan listrik, supplai air baku, rumah susun sederhana sewa, dan IPAL Sampah.

KIT Batang terletak di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, dengan total luas lahan 4.300 hektare. Pengembangan kawasan yang terletak di koridor industri utara pulau Jawa ini berkonsep The Smart & Sustainable Industrial Estate untuk merespon revolusi industry 4.0 di Indonesia maupun global. Kawasan ini akan didukung infrastruktur dan utilitas yang memadai, seperti pengadaan air baku dan air bersih, tempat penampungan limbah, tempat penampungan sampah, jaringan listrik, jalur sistem telekomunikasi, drainase, jaringan gas, dan sebagainya.

Kawasan industri ini juga dilengkapi dengan lima jaringan infrastruktur utama yang memiliki konektivitas dengan pusat-pusat industri sepanjang pulau Jawa dengan jalur kereta api, empat pelabuhan besar, tiga pelabuhan barang, satu bandara internasional, akses jalan tol Trans Jawa, dan akses jalan nasional rute 1 (satu) Pantura. KIT Batang juga nantinya menjadi pilihan optimal untuk investasi kawasan industri maupun tempat tinggal di masa depan.

Dalam pembangunannya, KIT Batang terdiri atas tiga klaster, yaitu klaster satu (distrik kreasi) seluas 3.100 hektare terdiri atas pengembangan industrial estate & industrial township, klaster 2 seluas 800 hektare akan dimanfaatkan untuk pengembangan pusat inovasi & township (distrik inovasi), dan klaster 3 seluas 400 hektare akan digunakan untuk pengembangan pusat rekreasi & township (distrik rekreasi).

Klaster 1 atau Distrik Kreasi mencakup lahan seluas 3.100 hektare terdiri atas area industri sebanyak 49,17%, yaitu gross non-saleable area sebesar 66,40% dan gross saleable area sebesar 33,60%. Distrik kreasi ini diharapkan menciptakan lapangan pekerjaan untuk 205.664 pekerja. Klaster 2 atau Distrik Inovasi seluas 800 hektare mencakup gross nonsaleable area sebesar 57,36% dan gross saleable area sebesar 42,64% dengan target penciptaan lapangan kerja sebanyak 49.254 pekerja. Klaster 3 atau Distrik Rekreasi mencakup gross non-saleable area sebesar 29,12% dan gross saleable area sebesar 70,88% dengan menciptakan lapangan kerja 56.392 pekerja.

Sedangkan pengembangan klaster 1 dibagi dalam beberapa tahap, yaitu fase 1 terdiri atas lahan seluas 450 hektare. Sebanyak 38,20% dari total lahan fase akan dimanfaatkan sebagai area industri, dimana 37,45% sebagai gross non-saleable area dan 62,55% gross saleable area. Kawasan fase 1 direncanakan menjadi kawasan industri terpadu yang memiliki beragam fungsi pendukung.

Tata guna lahan industri mendominasi kawasan fase 1 dengan rasio 61,7%, yaitu lot-lot industri 57,8% dan logistic park 3,9% yang berada di dekat dryport dan stasiun. Dryport dan stasiun yang dikembangkan pada tahap ini memiliki area mencapai 33,6 hektare. Pengembangan fase 1 juga terdiri atas area komersial mencpai 1,9% untuk pusat kegiatan kabupaten, kantor pengelola, dan ritel. Fungsi pendukung lain, seperti asrama, politeknik, sentra pelayanan, dan utilitas berada tersentralisasi di area tenggara kawasan.

Lokasi Strategis

KIT Batang juga dinilai strategis, karena bisa ditempuh hanya dalam waktu empat jam dari Jakarta, satu jam dari Semarang. Kawasan tersebut memiliki jarak tempuh sepanjang 50 kilo meter dari Bandara Ahmad Yani dan 65 enam puluh lima kilometer dari Pelabuhan Tanjung Mas dengan waktu tempuh selama 50 menit.

KIT Batang juga memiliki beberapa keunggulan lokasi, yaitu terletak di sisi utara Tol Trans Jawa, dilalui jalur kereta api dan berpotensi menjadi Dry Port, berbatasan langsung dengan Pantai Utara Jawa yang terdapat PLTU Batang 2x1.000 MW & PLTS 50 MW dengan lokasi alternatif di area Batang, serta kedepannya akan dibuat transit oriented department oleh pemerintah kabupaten Batang.

“PP telah bersinergi bersama KIW, PTPN IX, Perumda Batang, BKPM, Kementerian BUMN, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat penyelesaian administrasi dan pekerjaan lapangan pembangunan KIT Batang Fase 1 seluas 450 hektare. Sinergi tersebut juga merupakan inovasi model bisnis yang saat ini dijalankan perusahaan,” ujarnya melalui keterangan resmi diterima Investor Dailu di Jakarta, Sabtu (30/10).

Dia mengatakan, KIT Batang merupakan bagian dari program pemerintah untuk mendorong penguatan sektor industri di Indonesia. Oleh sebab itu, PP selalu mendukung setiap program yang dicanangkan oleh pemerintah dalam rangka peningkatan geliat perekonomian di Indonesia. “PP optimistis pembangunan Fase I ini dapat diselesaikan sesuai dengan target pemerintah,” ujarnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN