Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PP Presisi. Foto: IST

PP Presisi. Foto: IST

PP Presisi Bidik Kontrak Baru Rp 7 Triliun

Kamis, 23 Januari 2020 | 11:33 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor. Id – PT PP Presisi Tbk (PPRE) membidik kontrak baru senilai Rp 7 triliun tahun 2020 atau tumbuh 20% dari tahun sebelumnya mencapai Rp 5,9 triliun. Berbekal pencapaian sepanjang 2019, perseroan optimis terhadap realisasikan target tersebut.

Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso mengungkapkan, perseroan telah berhasil membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp 5,9 triliun pada 2019. Pencapaian tersebut mengalami peningkatan sebesar 13,5%, dibandingkan perolehan tahun 2018 sebesar Rp 5,2 triliun, sekaligus melampaui target 2019 sebesar Rp 5,8 triliun.

“Berbekal kinerja perolehan kontrak baru 2019 yang memuaskan tersebut, perseroan menargetkan perolehan kontrak baru tahun 2020 sebesar Rp7,0 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 20%,” ujar Benny dalam keterangan resmi yang diterima Investor Daily, Kamis (23/1).

Benny menambahkan, perseroan telah menyiapkan beberapa strategi untuk merealisasikan target tersebut. Pertama, PP Presisi akan memperluas pangsa pasarnya di luar grup sendiri, sehingga mampu bersaing di sektor konstruksi nasional.

Kedua, perseroan akan membidik kontrak-kontrak baru di luar sektor konstruksi seperti, jalan tol, bandara, pelabuhan, bendungan dan sebagainya, juga membidik kontrak proyek pembangunan infrastruktur tambang. Kemudian, perseroan akan terus mengembangkan salah satu anak usahanya yaitu PT Lancarjaya Mandiri Abadi Tbk yang beroperasi dalam lini bisnis mining services sebagai diversifikasi usaha yang masih berbasis alat berat.

Direktur Utama PP Presisi Iswanto Amperawan menjelaskan, perseroan tengah mengembangkan Preform (Presisi Formwork), sebuah inovasi formwork yang mengganti penggunaan triplex (wood board) dengan aluminium. “Inovasi ini sebagai wujud dari komitmen kami untuk menjadi green construction company sebagai kepedulian PP Presisi dalam sustainability,” kata dia.

Disisi lain,  proyek dari sektor konstruksi masih mendominasi perolehan kontrak baru, dengan berkontribusi sebesar 97,8% sedangkan sisanya berasal dari sektor non-konstruksi. “Yang patut digarisbawahi dari perolehan kontrak baru ini adalah bahwa sebesar 51,8% berasal dari eksternal PP Persero, selaku entitas induk, seiring dengan strategi perseroan untuk memperluas pangsa pasar eksternal,” ujar Iswanto.

Menurut Iswanto, pencapaian target pada tahun 2019 tidak terlepas dari beberapa proyek yang didapatkan menjelang berakhirnya tahun 2019 antara lain, proyek pembangunan jalan angkut batu bara di Kalimantan, proyek pembangunan bandara baru di Kediri, Jawa Timur yang diprakasai oleh PT Gudang Garam Tbk melalui entitas anaknya PT Surya Dhoho Investama.

“Lalu, pekerjaan penambahan Lajur Toll Jagorawi, Tol Trans Sumatera Ruas Bengkulu-Lubuk Linggau seksi Bengkulu-Tabah Penanjung,, Bendungan Bener dan Pekerjaan Pondasi RDMP Balikpapan”, jelas Iswanto.

Hingga kuartal III 2019, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 2,22 triliun, naik 11,55% dibanding periode sama tahun 2018 sebesar Rp 1,99 triliun. Sedangkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk naik 6,01% menjadi Rp 201,08 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 189,68 miliar per September 2018. 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN