Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT PP Presisi Tbk. Foto: Perseroan.

PT PP Presisi Tbk. Foto: Perseroan.

PP Presisi Bukukan Kontrak Baru Rp 2,8 Triliun

Rabu, 7 Juli 2021 | 11:25 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah

JAKARTA, Investor.id - PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan kontrak baru senilai Rp 2,8 triliun sepanjang semester I-2021. Jumlah ini setara dengan 76% dari total target kontrak baru hingga akhir 2021 senilai Rp 3,7 triliun.

Direktur Utama PP Presisi Rully Noviandar mengatakan, penambahan kontrak baru tersebut berasal dari proyek pembangunan tol Cinere Jagorawi Seksi 3 senilai Rp 1,1 triliun, pelebaran Taxiway dan Perpanjangan Runway Bandara Sentani sebesar Rp 72 miliar, dan Suplai Beton Cisumdawu sebesar Rp 41 miliar.

“Perseroan juga memenangkan tender proyek baru melalui anak usaha perseroan, yakni PT LMA, seperti pembangunan kawasan industri Batuta Phase 2 senilai Rp 533,9 miliar dan pekerjaan rock xxcavation bandara Dhoho Kediri senilai Rp 21,7 miliar,” jelasnya, Rabu (7/7).

Secara komposisi per lini bisnis, dia mengatakan, sebanyak 69% kontrak baru tersebut berasal dari lini bisnis civil work, 23% dari lini mining services, 6% dari lini production plant, dan sisanya dari structure work maupun rental heavy equipment.

“Sebanyak 71% dari total kontrak baru tersebut diperoleh perseroan dari pasar non group berkat competitiveness PP Presisi yang meningkat melalui jangkauan pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Komposisi perolehan kontrak baru tersebut, sejalan dengan strategi yang dijalankan oleh Perseroan tahun 2021 yakni meningkatkan pertumbuhan kontrak baru dan meningkatkan pertumbuhan profit serta memperbaiki cash flow.

Lebih lanjut, Direktur Operasi PP Presisi Darwis Hamzah menuturkan, untuk mencapai target tersebut, perseroan mengembangkan pasar diluar grup dengan menaikkan positioning dari subcontractor menjadi main contractor.

“Serta melakukan diversifikasi pada jasa pertambangan dengan sistem kontrak kerja jangka panjang sehingga dapat memberikan pendapatan yang stabil untuk jangka waktu panjang serta memperkuat pertumbuhan laba Perseroan,” tambah Darwis.

Dengan didapatnya 76% kontrak baru hingga kuartal kedua 2021 ini, Darwis optimis target akhir tahun dapat terkejar bahkan melebihinya. Mengingat prospek pasar yang ada terutama untuk jasa pertambangan hingga akhir 2021.

“Selain itu, pada kuartal berikutnya kami dapat fokus untuk mengoptimalkan burn out dari pemasaran yang telah diperoleh dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan”, kata Darwis.

Adapun sebelumnya, PP Presisi menargetkan tambahan tiga kontrak baru dari jasa tambang Nikel yang berlokasi di Morowali Utara dan Halmahera hingga akhir tahun. Nilai kontrak baru ketiga proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun.

Dalam tiga tahun ke depan, segmen jasa pertambangan ditargetkan berkontribusi sebesar 30-45% terhadap total pendapatan. Hal ini menjadi bagian dari upaya untuk memanfaatkan sumber daya dan aset lebih optimal. Penguatan kontrak baru segmen jasa pertambangan, khususnya segmen tambang nikel, juga bertujuan untuk menstabilkan pendapatan perseroan ke depan.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN