Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi proyek PT PP Presisi Tbk (PPRE). Foto: Perseroan.

Ilustrasi proyek PT PP Presisi Tbk (PPRE). Foto: Perseroan.

PP Presisi Garap Infrastruktur Tambang Rp 6 Triliun

Senin, 2 Agustus 2021 | 06:02 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT PP Presisi Tbk (PPRE) melalui anak usahanya, PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA), bakal menggarap proyek infrastruktur pertambangan senilai Rp 6 triliun di Jambi. Langkah ini bagian dari strategi perusahaan guna meningkatkan pendapatan jangka panjang.

Komisaris Utama LMA sekaligus Direktur Utama PP Presisi Rully Noviandar mengatakan, perusahaan sedang gencar menggarap bisnis jasa pertambangan yang menjadi strategi untuk mengoptimalkan aset alat berat dan meningkatkan pendapatan dalam jangka waktu panjang.

Adapun lingkup pekerjaan PP Presisi di jasa pertambangan ini mencakup pekerjaan mining development, seperti hauling road development, stockyard and pit development, mining infrastructure development, dan mining services maupun hauling services.

Penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) proyek tersebut dilakukan pada 30 Juli 2021 antara LMA dan PT Putra Bulian Properti (PBP) dan PT Wahana Catur Mas (WCM).

"MoU ini merupakan langkah awal kerjasama pembangunan infrastruktur pertambangan di Jambi yang diperkirakan bernilai lebih dari Rp 6 triliun yang diharapkan dapat turut meningkatkan perekonomian masyarakat Jambi,” kata Rully dalam keterangannya, Minggu (1/8).

Sementara itu, Direktur Operasi PP Presisi Darwis Hamzah mengatakan, kerja sama pembangunan infrastruktur pertambangan akan dikerjakan seluruhnya oleh LMA, seperti pembangunan pelabuhan sungai seluas 100 ha, kawasan industri Jambi seluas 2.777 ha, dan pembangunan jalan khusus angkutan komoditas sepanjang 90 km.

Sebagai tindak lanjut dari penandatangan MoU tersebut, LMA, PBP, WCM bakal membentuk tim kerja yang nantinya menganalisa aspek-aspek dalam studi kelayakan bisnis serta bertukar infomasi atau data yang mungkin diperlukan guna menunjang studi kelayakan tersebut.

Hingga Juni 2021, PP Presisi telah memperoleh kontrak baru mencapai Rp 2,8 triliun atau setara 75% dari target RKAP 2021. Kemudian pada Juli 2021, PP Presisi juga tercatat mengerjakan dua proyek jasa tambang nikel besar yakni di Morowali, Sulawesi Tengah dan Weda Bay di Halmahera.

“Kontribusi mining services hingga saat ini mencapai 23% dari total pencapaian kontrak yang diperoleh PP Presisi sampai dengan Juni 2021. Kami harapkan, kontribusi tersebut dapat terus meningkat hingga akhir 2021 bahkan menjadi lebih dari 50% pada lima tahun mendatang,” ujar Darwis.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN