Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PP Presisi. Foto: David

PP Presisi. Foto: David

PP Presisi Kejar Tambahan Kotrak Baru Jasa Pertambangan Rp 1,5 Triliun

Selasa, 22 Juni 2021 | 17:18 WIB
Muhammad Ghafur Fadila

JAKARTA, Investor.id- PT PP Presisi Tbk (PPRE) menargetkan tambahan tiga kontrak baru dari jasa tambang Nikel yang berlokasi di Morowali Utara dan Halmahera hingga akhir tahun. Nilai kontrak baru ketiga proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun.

Direktur Utama PP Presisi Rully Noviandar mengatakan, perseroan akan gencar menambah kontrak baru di segmen jasa tambang. Dalam tiga tahun ke depan, segmen jasa pertambangan ditargetkan berkontribusi sebesar 30-45% terhadap total pendapatan. Hal ini bagia dari upaya untuk memanfaatkan sumber daya dan aset lebih optimal.

“Penguatan kontrak baru segmen jasa pertambangan, khususnya segmen tambang nikel, juga bertujuan untuk menstabilkan pendapatan perseroan ke depan,” jelasnya melalui siaran pers di Jakarta, Selasa (22/6).

Hingga kini, kata Rully, perseroan sedang menggarap dua kontrak jasa pertambangan. Raihan kontrak segmen ini diharapkan berkontribusi hingga 20% terhadap total pendapatan sepanjang 2021. Adapun, total kontrak baru yang diraih perseroan hingga Mei 2021 mencapai Rp 2,2 triliun, yaitu sebanyak 91% kontrak dari sektor swasta non-APBN dan 30% dari total tersebut merupakan lini bisnis jasa tambang.

Sementara itu, Direktur Peralatan dan SCM PP Presisi Muhammad Wira Zukhrial mengatakan, perseroan telah memenuhi karakteristik alat berat yang dibutuhkan untuk pekerjaan jasa tambang nikel, sehingga tanpa menambah aset baru dalam jumlah yang besar, perseroan dapat mengoptimalkan aset eksisting.

“Dengan demikian, dalam kondisi pandemi covid 19 yang belum mereda maupun adanya kekuatiran sektor konstruksi yang muncul belakangan ini, PP Presisi optimis untuk dapat mencapai target,” terangnya.

Sebelumnya, induk usaha perseroan yakni PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), berhasil menggenggam kontrak baru sebesar Rp 6,7 triliun hingga akhir Mei 2021. Sebagian besar kontrak baru tersebut berasal dari proyek swasta. Sedangkan kontrak baru yang dibidik tahun ini mencapai Rp 30 triliun.

Corporate Secretary Perseroan Yuyus Juarsa mengatakan, kontrak baru tersebut terdiri atas kontrak yang dimenangkan induk perusahaan sebesar Rp 4,08 triliun atau 60,85% dari raihan. Sedangkan sisanya disumbangkan kontrak yang didapatkan anak usaha senilai Rp 2,62 triliun.

“PP masih terus mengejar perolehan kontrak baru tahun ini guna merealisasikan target kontrak baru yang telah ditetapkan. Bulan lalu saja, kami berhasil meraih beberapa proyek seperti pengerjaan Junction Dawuan Tol Cisumdawu, Jalan KIT Batang Paket 1.4, Daerah Irigasi Wawotobi, RSUD Krian, dan RSUD Batang I,” kata dia.
 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN