Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi proyek PT PP Presisi Tbk (PPRE). Foto: Perseroan.

Ilustrasi proyek PT PP Presisi Tbk (PPRE). Foto: Perseroan.

PP Presisi Raih Fasilitas Pinjaman SKBDN Rp 200 Miliar

Rabu, 25 Agustus 2021 | 11:05 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - PT PP Presisi Tbk (PPRE) meraih fasilitas pinjaman non cash loan atau Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dan cash loan trade dari Bank DKI dengan plafon sebesar Rp 200 miliar. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk modal kerja.

Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso menyebutkan, dana pinjaman tersebut akan menjadi alternatif fasilitas pembiayaan dan jaminan keamanan pembayaran sebagai kontraktor jasa pertambangan nikel.

Saat ini, perseran sedang mengerjakan dua kontrak jasa pertambangan nikel, yakni sebagai jasa pertambangan (mining contractor) pada pertambangan nikel Morowali dan jasa pengembangan tambang (mining development) di Weda Bay Nickel. “Selain itu, perseroan tengah menggarap beberapa prospek tambahan jasa tambang nikel lainnya,” jelasnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (25/8).

Selain keberhasilan perseroan meningkatkan kinerja operasional dan keuangan di tengah pandemi, dia mengatakan, lini bisnis jasa pertambangan sebagai salah satu mitigasi risiko bisnis konstruksi sekaligus sebagai sumber recurring income. “Hal ini, mendorong Bank DKI memberikan fasilitas perbankan kepada PP Presisi,” ujarnya.

Hingga akhir Juli 2021, PP Presisi berhasil membukukan kontrak baru sebanyak Rp 3,4 triliun, lebih tinggi di atas rata-rata kontrak baru yang diperoleh entitas anak perusahaan konstruksi lainnya. Di samping kemampuan perseroan untuk meningkatkan kinerja keuangan serta menjaga kesehatan keuangan.

Dengan demikian, perseroan meraup kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 91% menjadi Rp 35,9 miliar pada semester pertama 2021, dibandingkan dengan realisasi periode sama tahun lalu senilai Rp 18,8 miliar. EBITDA juga meningkat menjadi Rp 463 miliar.

“Disamping itu, kami masih memiliki ruang untuk melakukan leveraging yang cukup besar, mengingat rasio net debt to equity masih di 0,78X,” kata Benny Pidakso.

Sementara itu, Direktur Utama PP Presisi Rully Noviandar mengatakan, didukung trend pertumbuhan permintaan nikel yang berimbas terhadap kenaikan harga komoditas ini ditambah kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki perseroan, PP Presisi optimis terhadap kontribusi bisnis jasa pertambangan sebesar 20% terhadap pendapatan tahun 2021.

“Perolehan fasilitas pembiayaan berupa SKBDN dan cash loan trade dari Bank DKI menandakan bahwa PP Presisi masih memperoleh kepercayaan besar dari perbankan di tengah kinerja industri konstruksi yang belum membaik akibat pandemi,” jelas Rully.

Adapun sebelumnya, perseroan menyelesaikan pengerjaan lintasan sirkuit Mandalika sepanjang 4,3 km sesuai dengan standar internasional yang dikeluarkan oleh Federation Internationale de Motocyclisme.

Lintasan sirkuit Mandalika merupakan bagian dari Proyek Pembangunan Kawasan Sirkuit Mandalika–Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang rencananya digunakan untuk ajang balap Superbike dan MotoGP tahun 2022.

“Sirkuit Mandalika memiliki keunikan dan tantangan tersendiri bagi para pembalap yang akan berlaga. Lintasan sepanjang 4,3 km dengan 17 tikungan dan kecepatan lintas maksimal 310 km/jam, yang mana hal tersebut tidak dijumpai pada sirkuit-sirkuit lainnya di dunia,” pungkas Rully.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN