Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat. (IST)

Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat. (IST)

PP Presisi Selesaikan Lintasan Sirkuit Mandalika

Jumat, 20 Agustus 2021 | 10:31 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT PP Presisi Tbk (PPRE) telah berhasil menyelesaikan pengerjaan lintasan sirkuit Mandalika sepanjang 4,3 km sesuai dengan standar internasional yang dikeluarkan oleh Federation Internationale de Motocyclisme.

Lintasan sirkuit Mandalika merupakan bagian dari Proyek Pembangunan Kawasan Sirkuit Mandalika–Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang rencananya digunakan untuk ajang balap Superbike dan MotoGP tahun 2022.

“Sirkuit Mandalika memiliki keunikan dan tantangan tersendiri bagi para pembalap yang akan berlaga. Lintasan sepanjang 4,3 km dengan 17 tikungan dan kecepatan lintas maksimal 310 km/jam, yang mana hal tersebut tidak dijumpai pada sirkuit-sirkuit lainnya di dunia,” jelas  Direktur Utama PP Presisi Rully Noviandar, dalam pernyataannya, Jumat (20/8).

Untuk diketahui, sirkuit Mandalika didesain oleh MRK1 Consulting yang berpengalaman mendesain sirkuit-sirkuit balap internasional, antara lain Chang International Circuit di Buriram, Thailand, Canadian Motor Speedway Niagara di Canada, Primring Vladivostok di Rusia, Zhejiang Circuit di Shaoxing, Tiongkok, Baku City Circuit di Baku, Azerbaijan, dan Kuwait Motor Town di Kuwait. 

“Lebih dari 90% lingkup utama dikerjakan oleh PP Presisi,” imbuhnya.

Menurut dia, pembangunan sirkuit tersebut menuntut penggunaan material aspal khusus, Stone Mastic Asphalt (SMA), keluaran tahun 2015 dengan standar internasional sebagai bahan campuran agar pembalap tidak mudah tergelincir saat kondisi hujan.

Direktur Operasi PP Presisi Rully Hamzah menambahkan, tipe aspal tersebut memiliki daya penetrasi tinggi dengan penetration (PG) 82 tahun 2015, yang tidak digunakan di semua sirkuit dunia.

Proses pengaspalan dengan metode tanpa sambungan (non-stop) dan penghamparannya juga dilakukan secara khusus dengan menggunakan tiga unit Milimeter GPS.

“Untuk menjamin kualitas permukaan dan kemiringan yang tepat sesuai dengan desain yang diawasi langsung oleh Topcon selaku position partner dari survei Millimeter GPS dan Geobrugg selaku supervisor moulding,” ungkap Darwis.

Untuk pengujian kualitas aspal, PP Presisi menggunakan alat berteknologi tinggi, yaitu PQI 380 Non-Distraction yang tanpa merusak lapisan permukaan aspal.

Berdasarkan lingkup pekerjaan PP Presisi, pencapaian pekerjaan Sirkuit Mandalika telah tuntas 98,5% dengan lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan drainase, pekerjaan tanah, struktur, penghamparan LPA, perkerasan non aspal, dan perkerasan aspal. 

“Dengan adanya perhelatan MotoGP 2022 ini tentunya dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat di sektor pariwisata berstandar internasional yang memiliki multiplier effect bagi perekonomian masyarakat setempat,” jelas Darwis.

Pencapaian Kontrak

Sementara itu, hingga Juli 2021, PP Presisi telah berhasil membukukan kontrak baru mencapai Rp 3,38 triliun, atau setara dengan 92% dari target perseroan tahun 2021. Pencapaian kontrak baru ini telah tumbuh 256% dari Juli 2020, yakni Rp 1,32 triliun.

Perseroan berhasil menambah kontrak baru Rp 584 miliar yang didapatkan dari proyek grup usaha PP, yakni Proyek Pekerjaan Jalan KIT Batang 1,4 sebesar Rp 39,19 miliar dengan skema kerja sama operasi (KSO), lalu, dari entitas Anak PT LMA pada Proyek Pembangunan Junction Cisumdawu 1 sebesar Rp 42,07 miliar.  

Kemudian, pada segmen nongrup, PP Presisi mendapatkan kontrak dari pekerjaan  rehabilitasi Pamanukan–Palimanan Rp 66,56 miliar, proyek Pekerjaan Hauling Road Upgrading Biri–Biri, Weda Bay Nickel, sebesar Rp 51,49 miliar, serta Proyek Pekerjaan Jasa Hauling Nickel Weda Bay senilai Rp 355,68 miliar.

Kontrak baru itu didominasi oleh lini bisnis civil work sebesar 60%, selanjutnya, mining services 31%, production plant 6%, dan sisanya dari structure work maupun rental heavy equipment

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN