Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT PP Presisi Tbk. Foto: Perseroan.

PT PP Presisi Tbk. Foto: Perseroan.

PP Presisi Setujui Perubahan Kepengurusan Baru

Rabu, 22 September 2021 | 20:03 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - PT PP Presisi Tbk (PPRE) resmi berhentikan secara hormat komisaris Muhammad Toha Fauzi. Pemberhentian ini dilakukan sehubungan dengan penunjukannya sebagai Direktur Operasi I PT Brantas Abipraya (Persero).

Sekretaris PP Presisi Adelia Auliyanti menjelaskan, keputusan ini telah sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Sehingga, susunan dewan komisaris dan direksi terhitung sejak ditutupnya RUPSLB untuk masa jabatan 5 tahun, yakni Komisaris Utama yakno Yul Ari Pramuharjo, Komisaris Sumardi, dan Komisaris Independen Indra Jaya Rajagukguk.

“Kemudian, susunan dewan direksi saat ini, yaitu Direktur Utama oleh Rully Noviandar, Direktur Benny Pidakso, M Wira Zukhrial dan juga Muhammad Darwis Hamzah,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/9).

Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama Yul Ari Pramuharjo mengatakan, hingga Agustus 2021, PP Presisi berhasil memperoleh kontrak baru sebesar Rp 3,5 triliun. Realisasi ini, meningkat sebesar 103% dari Rp 1,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

 “Sebanyak 32% dari raihan kontrak baru ini berasal dari kontrak jasa pertambangan. Perolehan kontrak baru dari jasa pertambangan merupakan prestasi yang menjadikan lini bisnis jasa pertambangan sebagai sumber recurring income sekaligus sebagai mitigasi risiko bisnis sektor konstruksi,”ujarnya.

Berdasarkan arsip Investor Daily, perolehan kontrak baru tersebut berasal dari proyek pengembangan infrastruktur tambang PT Multi Harapan Utama (MHU) Rp 65,6 miliar. Lalu, kontribusi dari entitas anak, yaitu LMA, pada Proyek Kereta Api Makasa-Parepare Segmen F Arah Tonasa berjumlah Rp 19,8 miliar.

“Serta proyek lainnya yang berasal dari proyek pekerjaan pengecoran jalan Rigid Batang dan pekerjaan rusun Batang, Jalan Tol Lubuk Linggau Bengkulu, dan Jalan Tol Cisumdawu,” jelas Direktur Utama Rully Noviandar.

Rully menambahkan, dengan tercapainya kontrak baru ini, maka perseroan telah mencapai 95% dari target total kontrak sebanyak Rp 3,7 triliun sepanjang 2021. Adapun, proyek jasa tambang MHU sendiri merupakan proyek pengembangan tambang yang berfokus pada pekerjaan infrastruktur pertambangan.

Komposisi perolehan kontrak baru PPRE hingga Agustus 2021 didominasi oleh lini bisnis mining services 62%, civil work 30%, dan sisanya structure work serta production plant 8%. Untuk diketahui, sebesar 72% kontrak baru tersebut berasal dari non group dan 28% dari PP Group.

“Komposisi kontrak baru yang mayoritas diperoleh dari proyek non group tentunya menjadi pencapaian yang menggembirakan bagi PPRE untuk meningkatkan competitiveness melalui perolehan pasar yang lebih luas. Perseroan optimistis dapat menambah perolehan kontrak baru hingga penghujung 2021 yang nilainya diharapkan dapat mencapai Rp 700 miliar,” pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN