Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Grand Kamala Lagoon di Bekasi, salah satu proyek PP Properti. Foto: Perseroan.

Grand Kamala Lagoon di Bekasi, salah satu proyek PP Properti. Foto: Perseroan.

PP Properti Targetkan MTN Rp 850 Miliar Terbit November

Kamis, 1 Oktober 2020 | 12:03 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – PT PP Properti Tbk (PPRO) tengah merancang penerbitan surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes (MTN) senilai Rp 850 miliar.

Direktur Keuangan PP Properti Mustarno mengungkapkan, pihaknya menargetkan penerbitan MTN senilai Rp 850 miliar ini dapat dilakukan pada November mendatang. “Saat ini proses penerbitan MTN sedang dalam proses pendaftaran ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujar Mustarno dalam keterangan resmi perseroan, Kamis (1/10).

Adapun, perseroan telah mendapatkan backup dari PT PP Tbk sebagai induk perseroan berupa shareholder loan (SHL), sebagiannya telah terealisasi dibulan Juli dan Agustus 2020. SHL ini akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional modal kerja perusahaan dan mengantisipasi kewajiban-kewajiban yang akan jatuh tempo.

Sementara itu, PP Properti juga telah melunasi pembayaran atas MTN VII seri A Tahun 2017 sebesar Rp250 miliar yang jatuh tempo pada 20 September 2020 dan MTN VII seri B Tahun 2017 sebesar Rp50 miliar yang jatuh tempo pada 28 September 2020.

Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat mengatakan, pihaknya terus berupaya menerapkan prinsip kehati-hatian dan melakukan inisiasi serta terobosan ditengah kondisi pasar yang kurang menentu ini, namun di sisi lain kepercayaan stakeholder juga merupakan kunci penting yang harus diprioritaskan.

“Oleh karena itu PPRO tak lepas dari upaya dalam menjaga kepercayaan para investor salah satunya dengan melunasi MTN sampai Desember 2020 sesuai jatuh temponya,” ujar Taufik.

Lebih lanjut, Taufik menjelaskan, perseroan juga berupaya menjaga komitmen perusahaan kepada konsumen dengan menyelesaikan enam proyek yang siap diserahterimakan hingga tutup tahun diantaranya; Grand Sungkono Lagoon Tower Caspian, Begawan apartemen di Malang, Amartha View dan The-Alton di Semarang, Evenciio di Margonda Depok dan The Ayoma Apartemen di Serpong.

Menurut Taufik, dalam kondisi pandemi, PP Properti tetap go-through untuk menjalankan strategi perusahaan diantaranya fokus mempercepat serah terima unit apartemen, memperkuat teknologi informasi perusahaan dalam rangka penerapan digital marketing, meningkatkan portofolio perusahaan di produk landed house, mengontrol pengeluaran biaya langsung, mengontrol pengeluaran belanja modal, melakukan divestasi saham anak perusahaan.

“Memperkuat kerjasama dengan perbankan dan upaya lain untuk meningkatkan likuiditas,” imbuhnya.

Sementara itu, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat BBB- dengan outlook negatif. Profil kredit PP Properti yang melemah dalam jangka waktu menengah mendasari Pefindo memberikan peringkat tersebut.

Analis Pefindo Kresna Piet Wiryawan dan Martin Pandiangan mengungkapkan, profil kredit PP Properti yang melemah dalam jangka menengah merupakan dampak dari penurunan permintaan atas properti ditengah kondisi leverage keuangan yang cukup tinggi, dan memanjangnya arus kas operasi.

“Kami memproyeksikan arus kas masuk dari PPRO akan tergerus cukup signifikan di 2020 akibat dari pandemi Covid-19 yang membatasi aktivitas pemasaran, penagihan atas piutang yang tertunda, dan memperlambat pembangunan proyek,” ujarnya.

Meskipun PP Properti fokus pada penjualan untuk properti yang hampir selesai dibangun dan penjualan dalam jumlah besar, namun perseroan juga tetap harus mengatasi kebutuhan pembiayaan atas biaya konstruksi, pembayaran pokok dan bunga, serta belanja modal perusahaan. Dengan demikian, perseroan akan menggunakan kas operasi perseroan serta sumber dana eksternal untuk melunasi beberapa MTN yang akan jatuh tempo pada bulan September hingga November 2020 dengan total nilai sebesar Rp 913 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN