Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat. Foto: industry.co.id

Dirut PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat. Foto: industry.co.id

PP Properti Tawarkan Obligasi Rp 1,2 T, Bunga 10,25%

Thereis Love Kalla, Senin, 24 Februari 2020 | 17:29 WIB

JAKARTA – PT PP Properti Tbk menawarkan Obligasi Berkelanjutan II PP Properti Tahap I Tahun 2020 senilai Rp 1,2 triliun. Surat utang ini menawarkan kupon bunga antara 9,90% hingga 10,25%.

Manajemen perseroan menjelaskan, Obligasi PP Properti ini ditawarkan dalam dua seri yaitu, Seri A dan Seri B yang dijamin dalam kesanggupan penuh. Rinciannya, Seri A sebesar Rp 357,8 miliar memiliki tingkat bunga sebesar 9,90% per tahun dengan tenor selama tiga tahun. Seri B ditawarkan sebanyak Rp 43,5 miliar.

“Sisa dari jumlah pokok yang ditawarkan sebanyak-banyaknya sebesar Rp 798,7 miliar dijamin secara kesanggupan terbaik. Bila jumlah dalam penjaminan kesanggupan terbaik tidak terjual sebagian atau seluruhnya, maka atas sisa yang tidak terjual tersebut tidak menjadi kewajiban perseroan untuk menerbitkan obligasi tersebut,” jelas manajemen perseroan dalam keterangan resminya Senin (24/2/2020).

Untuk obligasi ini, PP Properti mendapat peringkat BBB+ dari Fitch Ratings. PT Ciptadana Sekuritas Asia, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT RHB Sekuritas Indonesia, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk menjadi penjamin pelaksana emisi. Perseroan menunjuk PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk sebagai wali amanat.

Adapun penerbitan obligasi PP Properti kali ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II PP Properti dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 2,4 triliun.

Sesuai dengan rencana, masa penawaran umum obligasi ini akan dilakukan pada 25 Februari 2020, dan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia ditargetkan dapat dilakukan pada 28 Februari.

Sebelumnya perseroan menargetkan pendapatan sekitar Rp 3,1 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 346 miliar, pada tahun ini. Perseroan akan mengembangkan sejumlah produk landed house terbaru untuk meningkatkan kinerja keuangan.

Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat menjelaskan, pihaknya akan menambahkan pengembangan pada produk landed house karena sesuai dengan minat pasar saat ini. Selain itu pembangunan landed house yang terhitung lebih cepat sehingga dapat mempercepat cash in perseroan. “Hal ini sesuai dengan aturan PSAK 72, di mana pengakuan pendapatan baru akan dicatat pada saat serah terima” ujar Taufik baru-baru ini.

Sebagai informasi, PP Properti memiliki total landbank seluas 300-310 hektare di seluruh Indonesia. Beberapa di antaranya sudah akan dikembangkan. Dengan jumlah landbank tersebut, perseroan yakin pengembangan proyek dapat dilakukan lebih dari 30 tahun ke depan.

Perseroan meyakini target tersebut dapat dicapai karena ditopang oleh proyek residensial, serta pendapatan berulang yang diperoleh dari mall dan hotel. “Kami yakin proyek-proyek landed house ini akan sukses terjual seluruhnya sehingga akan mendukung target marketing sales perseroan yang dipatok mencapai sekitar Rp 3,8 triliun pada tahun ini. Apalagi, dengan berakhirnya tahun politik, kami berharap permintaan properti akan kembali meningkat. Selain landed house, kami tetap melanjutkan pengembangan apartemen yang sedang berjalan,” ujar Taufik.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN