Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo menggelar soft launching dan pengoperasian perdana Pelabuhan Patimban di Jakarta, Minggu (5/12).

Presiden Joko Widodo menggelar soft launching dan pengoperasian perdana Pelabuhan Patimban di Jakarta, Minggu (5/12).

DIRESMIKAN PRESIDEN JOKO WIDODO

PP Tuntaskan Pembangunan Fase I Proyek Pelabuhan Patimban Tepat Waktu

Senin, 21 Desember 2020 | 19:28 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id – PT PP (persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia, berhasil menyelesaikan pembangunan Proyek Starategis Nasional (PSN) Pelabuhan Internasional Patimban Fase 1.

Penyelesaian tersebut ditandai dengan soft launching dan pengoperasian perdana Pelabuhan Internasional Patimban oleh Presiden Joko Widodo secara virtual dari Istana Negara di Bogor Jawa Barat, Minggu (20/12). Sedangkan, acara soft launching dan pengoperasian perdana pelabuhan Patimban yang dipusatkan di lokasi proyek dihadiri secara langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Soft launching tersebut juga dihadiri Direktur Utama PP Novel Arsyad,  Direktur Operasi 2 PP M Toha Fauzi,  SVP Divisi Infrastruktur 2 PP Pande Ketut, dan  SVP Corporate Secretary Perseroan Yuyus Juarsa. Hadir pula Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil dan undangan lainnya. Pelaksanaan soft launching dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.
Soft launching tersebut juga dihadiri Direktur Utama PP Novel Arsyad, Direktur Operasi 2 PP M Toha Fauzi, SVP Divisi Infrastruktur 2 PP Pande Ketut, dan SVP Corporate Secretary Perseroan Yuyus Juarsa. Hadir pula Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil dan undangan lainnya. Pelaksanaan soft launching dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Soft launching tersebut juga dihadiri Direktur Utama PP Novel Arsyad,  Direktur Operasi 2 PP M Toha Fauzi,  SVP Divisi Infrastruktur 2 PP Pande Ketut, dan  SVP Corporate Secretary Perseroan Yuyus Juarsa. Hadir pula Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil dan undangan lainnya. Pelaksanaan soft launching dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Novel mengatakan, perseroan bersama dengan perusahaan konstruksi lainnya dengan bangga dapat menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban Fase 1 tepat waktu. Proyek tersebut satu dari beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) guna mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia, terutama Jawa Barat.

“Guna terus mendukung program pemerintah, perseroan berharap dapat terus dipercaya dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia,” ujarnya melalui siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Senin (21/12).

Sebelumnya, perseroan telah ditunjuk untuk mengerjakan tiga paket pembangunan dan pengembangan proyek pelabuhan Patimban, yaitu paket 1 konstruksi terminal. Paket ini digarap konsorsium yang dibentuk PP dengan Penta-Rinkai-TOA-Wika dengan total kontrak sebesar Rp 6 triliun.

Paket 3 proyek jembatan penghubungan yang digarap melalui operasi bersama (joint operation) perseroan dengan Wika dengan total kontrak Rp 524 miilar. Sedangkan paket 4 proyek pembangunan jalan akses Patimban yang digarap perseroan melalui perusahaan patungan bersama dengan Shimizu–BCK dengan total kontrak Rp 1,12 triliun.

Proyek pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Patimban yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat ini akan menjadi salah pelabuhan terbesar di Indonesia yang disiapkan oleh pemerintah untuk mendukung kegiatan ekspor dan impor. Ke depan, pelabuhan Patimban akan disinergikan dengan pelabuhan Tanjung Priok yang berlokasi di Jakarta, sehingga dapat meningkatkan efisiensi biaya, waktu, serta biaya logistik nasional.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan keberadaan pelabuhan ini harus terkonsolidasi dengan pengembangan industri dan perekonomian lokal, dapat mempercepat pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru, dan memberikan kecepatan pelayanan di bidang logistik dan membuat produk-produk ekspor Indonesia semakin efisien, berdaya saing, dan kompetitif di pasar global.

"Untuk itu, saya minta kepada para menteri, gubernur, bupati/wali kota, dan pejabat-pejabat terkait agar bersama-sama pelaku UMKM, koperasi, dan perusahaan-perusahaan swasta untuk memaksimalkan infrastruktur yang sudah kita bangun ini dalam rangka menggairahkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat kita," tutur Presiden Joko Widodo.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN