Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik Grup Barito Pacific. Foto: PT Barito Pacific Tbk.

Salah satu pabrik Grup Barito Pacific. Foto: PT Barito Pacific Tbk.

Prajogo Pangestu Borong Saham Barito Rp 1,37 Triliun

Kamis, 2 Juli 2020 | 10:05 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Prajogo Pangestu, komisaris sekaligus pemegang saham pengendali PT Barito Pacific Tbk (BRPT), meningkatkan kepemilikan sahamnya pada perusahaan tersebut melalui pelaksanaan waran tahap I selama Juni 2020. Nilai transaksinya mencapai Rp 1,37 triliun.

Sekretaris Perusahaan Barito Pacific Diana Arsiyanti mengatakan, selama periode 19-29 Juni 2020, Prajogo Pangestu menambah sebanyak 1,94 miliar saham atau setara 2,08% dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan. Harga pembelian Rp 372,8 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi ini mencapai Rp 726,37 miliar.

“Tujuan transaksi adalah pelaksanaan waran tahap I. Setelah transaksi ini, jumlah saham Barito yang dimiliki Prajogo Pangestu menjadi 67,37 miliar saham atau setara 72,14%,” jelas Diana dalam keterangan resmi, Rabu (1/7).

Aksi ini menandakan tuntasnya aksi penukaran waran yang dimiliki Prajogo. Sebelumnya, Prajogo menambah kepemilikan sahamnya dalam Barito Pacific melalui skema serupa selama 12-17 Juni 2020. Ketika itu, jumlah penambahan saham sebanyak 1,74 miliar saham atau 0,54% dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan perseroan. Harga pelaksanaan Rp 372,8 per saham. Artinya, transaksi tersebut mencapai Rp 650,54 miliar.

Seperti diketahui, waran adalah hak untuk membeli saham atau obligasi dari satu perusahaan dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya oleh penerbit waran. Harga pasar saham dapat berubah-ubah setelah penawaran umum perdana. Harga exercise waran biasanya sudah ditentukan di depan.

Berdasarkan prospektus Barito Pacific sebelumnya, harga pelaksanaan waran Tahap I selama periode 1 Juli 2019 - 30 Juni 2020 adalah Rp 1.864 per saham. Namun, karena pelaksanaan melakukan stock split 1:5 pada Agustus 2019, maka harga pelaksanaan menjadi Rp 372,8 per saham.

Barito Pacific tercatat melakukan penyesuaian belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2020 menjadi US$ 185 juta dari semula US$ 525 juta. Kendati demikian, perseroan tetap optimistis menghasilkan kinerja yang baik di tengah pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Barito Pacific David Kosasih mengatakan, penurunan capex paling banyak terjadi pada anak usaha perseroan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) lantaran penyesuaian jadwal ekspansi pabrik CAP II. Sementara anak usaha perseroan lainnya, yakni Star Energy Group Holdings Pte Ltd juga melakukan penundaan jadwal sejumlah program kerja menjadi tahun depan lantaran pandemic Covid 19.

“Semula capex Star Energy sebesar US$ 80 juta, lalu disesuaikan ke sekitar US$ 40 juta-an. Hal ini karena ada jadwal drilling yang mundur ke tahun depan. Sehingga tahun ini Star Energy fokus maksimalkan operasionalnya,” jelas dia, baru-baru ini.

David mengakui, pandemi membuat perseroan harus melihat kembali target kinerja keuangan yang semula ditetapkan. Sedangkan secara operasional, perseroan menerapkan standar protokol yang ketat sesuai dengan anjuran pemerintah selama pandemi Covid-19.

Adapun kegiatan panas bumi Star Energy dinilai memberikan tingkat pendapatan dan EBITDA yang stabil, serta tren peningkatan laba bersih yang disebabkan oleh tren penurunan biaya bunga. Star Energy berhasil melaksanakan pemadaman terkait wabah Covid-19 atas tiga aset operasionalnya, yaitu Wayang Windu, Salak dan Darajat, dengan tetap mempertahankan tingkat kapasitas sebesar lebih dari 95%.

Sementara, Chandra Asri tetap menjalankan proyek perluasan pabrik MTBE dan Butene-1 sebagaimana mestinya dengan target penyelesaian pada kuartal III-2020. Chandra Asri juga siap menuntaskan proyek Enclosed Ground Flare pada kuartal IV-2020.

Hingga kuartal I-2020, Barito Pacific mengalami penurunan pendapatan bersih sebesar 10% menjadi US$ 661 juta dari US$ 679 juta pada kuartal I-2019. Hal ini sebagian besar disebabkan menurunnya harga rata-rata penjualan produk petrokimia khususnya olefins dan polyfelins dengan volume penjualan yang relatif stabil.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN