Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi bersama jajaran direksi PT Pratama Widya Tbk (PTPW) saat pencatatan perdana saham perseroan di BEI, Jakarta, Jumat (7/2). Foto: Investor Daily/Thereis Kalla.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi bersama jajaran direksi PT Pratama Widya Tbk (PTPW) saat pencatatan perdana saham perseroan di BEI, Jakarta, Jumat (7/2). Foto: Investor Daily/Thereis Kalla.

Pratama Widya Patok Pendapatan Rp 300 M, Sahamnya Naik Sampai Mentok

Thereis Love Kalla, Jumat, 7 Februari 2020 | 13:19 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Pratama Widya Tbk (PTPW) mengincar pendapatan Rp 300 miliar pada 2020. Perseroan bahkan optimistis dapat melampaui target tersebut, karena sudah memperoleh beberapa proyek yang akan dikerjakan pada awal tahun ini.

Direktur Utama Pratama Widya Andreas Widhatama mengungkapkan, hingga Februari 2020, perseroan membukukan kontrak proyek baru senilai Rp 90 miliar yang di dominasi proyek di bidang infrastruktur. “Baru jalan bulan kedua, kita sudah mendapatkan 30%. Kami yakin Rp 300 miliar akan terlampaui,” kata dia, usai pencatatan perdana (listing) saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/2).

Andreas menegaskan, proyeksi perolehan laba masih akan mengikuti historis perseroan yang selama ini sebesar 20% dari pendapatan. Tahun lalu, perseroan memperkirakan pendapatan sebesar Rp 200 miliar. 

Pratama Widya telah mendapatkan salah satu proyek infrastruktur di Batam senilai Rp 100 miliar. Proyek di Batam akan menopang kinerja keuangan perseroan pada 2020. “Sisanya dari proyek nasional lainnya Rp 200 miliar,” tutur dia.

Tahun ini, perseroan menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 40 miliar. Capex tersebut dialokasikan untuk membeli mesin operasional yang baru. Sebab, perseroan membatasi usia pakai mesin. Mesin-mesin lama akan dilepas agar operasional tetap prima.

Hingga Juli 2019, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 108,62 miliar, naik 2,98% dibandingkan periode sama 2018 yang sebesar Rp 105,47 miliar. Sedangkan laba periode tahun berjalan naik 19,17% menjadi Rp 21,57 miliar dari Rp 21,57 miliar.

Pratama Widya berhasil menghimpun dana sebesar Rp 114,16 miliar dari penawaran umum perdana (Initial public offering/IPO) saham. Perseroan melepas 175,63 juta saham ke publik. Saham perdana perseroan ditawarkan sebesar Rp 650 per unit. Selama penawaran, minat investor tergolong tinggi, itu tercermin dari kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga tiga kali. Hingga perdagangan sesi I, saham perseroan berkode PTPW melonjak Rp 325 (50%) ke posisi Rp 975 atau terkena penolakan otomatis (autorejection) batas atas.

Sekretaris Perusahaan Pratama Widya Richad Antonio mengemukakan, sebesar 47,15% dana hasil IPO akan digunakan untuk membeli alat baru, yang terdiri atas 9 unit alat, 4 unit crawler, 2 unit drilling rig, dan 1 unit hydraulic grab. Adapun 27,66% akan digunakan untuk renovasi dan pembangunan kantor operasional perseroan dan workshop. Sisanya 17,77% untuk pembelian kantor beserta tanah untuk menunjang kegiatan operasional dan 5% untuk melunasi utang perusahaan.

Pratama Widya menjadi emiten baru ke-9 tahun ini. Dalam pelaksanaan IPO, perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Perseroan memiliki kegiatan utama, yaitu jasa pelaksanaan konstruksi spesialis yang berfokus pada pelayanan rekayasa perkuat fondasi dan tanah (fondation and ground improvement). Perseroan menjadikan Batam sebagai pusat kegiatan usaha.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN