Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Monitor pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Monitor pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

FOKUS PASAR:

Presiden Jokowi Targetkan Aliran Investasi Masuk 2022 Rp 1,100 - 1,200 Triliun

Kamis, 10 Juni 2021 | 09:54 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  — Presiden Joko Widodo menargetkan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia agar mendapatkan aliran investasi masuk sebesar Rp 1,100 hingga Rp 1,200 triliun pada tahun 2022. Namun jika mengacu pada RPJMN, target investasi pada 2022 sebesar Rp 968,4 triliun.

Pilarmas Sekurtias dalam riset hariannya, Kamis (10/6), menyebutkan bahwa perubahan target tersebut naik sejalan dengan turunnya sektor konsumsi rumah tangga sebagai kontributor pertumbuhan ekonomi, sehingga harapannya sektor investasi dapat menopang pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 hingga 2024.

Selain target penanaman modal, Kementerian Investasi memiliki beberapa agenda prioritas. Bahlil menuturkan bahwa yang pertama adalah meningkatkan peringkat kemudahan berbisnis Indonesia dari 73 ke 50. Lalu, pengembangan sistem perizinan berusaha berbasis risiko.

Kemudian, fasilitasi relokasi perusahaan asing ke Indonesia, membuat peta jalan hilirisasi investasi sumber daya alam, mengimplementasi satuan tugas percepatan investasi dan melakukan penilaian kinerja pelayanan terpadu satu pintu serta percepatan pelaksanaan berusaha pemerintah daerah dan kementerian.

Pilarmas melihat strategi pemerintah dalam meningkatkan iklim investasi nasional sudah cukup baik, terlebih saat ini transformasi BKPM menjadi Kementrian Investasi dapat memberikan dampak yang positif dimana terobosan serta regulasi dapat bergerak lebih cepat guna melakukan eksekusi kebijakan terkait penanaman modal.

Sehingga hal ini dapat berdampak pada membaiknya daya saing investasi serta menurunkan hambatan yang sebelumnya menjadi pokok permasalahan dari aliran modal masuk.

Jika mengacu pada kinerja tahun lalu, dalam kondisi pandemi BKPM berhasil merealisasikan investasi Rp 826,3 triliun, lebih besar dibandingkan target Rp 817,2 triliun. Hal tersebut tentu menjadi katalis positif dimana perlambatan ekonomi yang dipicu dari pandemi tidak menahan aliran modal masuk.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN