Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di salah satu unit usaha TPS Food.

Kegiatan di salah satu unit usaha TPS Food.

Private Placement Disetujui, FKS Group Bersiap Masuk TPS Food

Gita Rossiana, Jumat, 9 Agustus 2019 | 20:54 WIB

JAKARTA, investor.id – Rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk atau TPS Food (AISA) menyetujui rencana perseroan untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement tahun ini.

Sekretaris Perusahaan TPS Food Michael Hadylaya menjelaskan, persetujuan tersebut diperoleh setelah pemegang saham yang hadir melakukan pemungutan suara (voting). "Pemegang saham yang hadir sekitar 52,3% dan memenuhi kourum untuk membahas private placement. Dari pemegang saham yang hadir, sekitar 98,8% menyetujui untuk melakukan private placement," kata dia, usai RUPS TPS Food di Jakarta, Jumat (9/8).

Michael mengungkapkan, pemegang saham juga menyetujui rencana PT FKS Food and Ingredients (FKS FI) untuk mengambil saham baru yang diterbitkan perseroan. “Dengan adanya pihak baru, kami optimistis ke depannya bisa maju. (FKS FI) juga sudah berkiprah lama, sehingga bisa mendukung agar perusahaan maju," tutur dia.

Saat ini, perseroan membutuhkan dana untuk memperbaiki posisi keuangan, sehingga dana yang diperoleh dari private placement akan digunakan untuk mendukung hal tersebut. Namun, perseroan juga tidak menutup kesempatan untuk melakukan ekspansi. Ke depan, perseroan tetap akan ekspansi dengan bisnis food sebagai tumpuan.

Adapun FKS FI, perusahaan yang dimiliki oleh keluarga Edy Kusuma, berkomitmen menyiapkan dana sebesar Rp 329,47 miliar terkait pembelian saham TPS Food. TPS Food bersama FKS FI telah menandatangani perjanjian pengambilan saham pada 6 Agustus 2019.

TPS Food akan menerbitkan maksimal 1,57 miliar saham seri B dengan nilai nominal Rp 200 per saham. Jumlah saham baru yang diterbitkan ini setara dengan 32,77% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah pelaksanaan private placement. “FKS FI akan mengambil sebagian saham di harga Rp 210 per saham, atau jika diambil seluruhnya sebesar Rp 329,46 miliar,” ungkap manajemen TPS Food dalam pengumuman resmi.

Tercatat, FKS FI dan anak perusahaannya bukan merupakan pihak yang terafiliasi dengan TPS Food. FKS FI dikendalikan 99,99% oleh FKS Food and Agri Pte Ltd. FKS Group terkenal fokus pada bisnis distribusi kedelai, kilang gula dan penggilingan jagung basah. Perseroan banyak melayani pasar Asia. FKS Group juga memiliki unit bisnis lain di Indonesia yakni, PT FKS Multi Agro Tbk (FISH).

Sebagai informasi, Komisaris Utama FKS FI adalah Chandy Kusuma, anak dari pendiri FKS Group Edy Kusuma. Sementara Komisaris FKS FI yang lain adalah Agung Cahyadi Kusumo.

Menurut manajemen TPS Food, tidak ada perubahan pengendali setelah aksi private placement ini. Apabila berjalan mulus, komposisi pemegang saham perseroan adalah masyarakat yang menggenggam saham seri A sebanyak 2,82%, dan pihak lainnya menguasai saham seri B, yakni Trophy 2014 Investor Ltd sebanyak 6,11%, Primanex Ltd 3,62%, serta Morgan Stanley and Co LLC 4,38%.

Ada pula JPMCB NA RE-Throphy sebanyak 6,27%, BBH Luxemburg S/A Fidelity sebesar 5,36%, masyarakat 38,66%, dan FKS FI atau investor lainnya 32,77%.

Dana hasil private placement diproyeksikan bakal berdampak positif terhadap perseroan lantaran mampu menurunkan rasio utang terhadap ekuitas, modal kerja untuk membiayai kegiatan operasional perseroan serta meningkatkan likuiditas perdagangan saham TPS Food.

“Perseroan telah menunjuk pihak independen yang terdaftar di OJK untuk memberikan saran bahwa penentuan kondisi perseroan dan harga pelaksanaan PMTHMETD adalah wajar dan tidak merugikan kepentingan pemegang saham publik,” ungkap manajemen.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN