Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan menggunakan smartphone di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Foto ilustrasi: dok Investor Daily

Karyawan menggunakan smartphone di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Foto ilustrasi: dok Investor Daily

"Profit Taking" Berlanjut, Saham Farmasi Kembali "Auto Reject" Bawah

Kamis, 14 Januari 2021 | 11:52 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I masih berhasil menguat 10,68 poin (0,17%) menjadi 6.445,89, mayoritas saham-saham sektor farmasi masih terkoreksi hingga auto reject bawah (ARB).

Di antaranya, saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) turun Rp 450 (6,92%) menjadi Rp 6.050, PT Indofarma Tbk (INAF) melemah Rp 450 (6,92%) menjadi Rp 6.050, PT Phapros Tbk (PEHA) turun Rp 170 (6,91%) menjadi Rp 2.290, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) turun Rp 95 (6,88%) menjadi Rp 1.285, saham PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) melemah Rp 130 (6,81%) menjadi Rp 1.780. Saham PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) juga terjunggal Rp 240 (6,96%) menjadi Rp 3.210.

Sedangkan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berhasil menguat Rp 50 (3,19%) menjadi Rp 1.615, saham PT Merck Tbk (MERK) turun Rp 50 (1,45%) menjadi Rp 3.390. Sejumlah analis menyebutkan bahwa berlanjutnya penurunan saham sektor farmasi dipengaruhi atas semua sentimen sudah terefleksi dan investor merealisasikan keuntungan.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN