Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Profit Taking GOTO, Penguatan IHSG Mengecil Jelang Penutupan Pasar

Kamis, 16 Juni 2022 | 14:23 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Aksi ambil untung (profit taking) saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memicu penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) jelang penutupan mengecil. Kini, IHSG bergerak naik 33 poin menjadi 7.045.

Dibandingkan dengan penutupan sesi I, IHSG  melesat 103,7 poin (+1,48%) di level 7.110,7. IHSG bergerak menghijau di rentang 7.061-7.115.

Advertisement

Sedangkan saham GOTO terkena aksi ambil untung yang memicu penurunan hingga Rp 16 (3,96%) menjadi Rp 388 hingga pukul 14.18. Sedangkan pada sesi I, saham GOTO sempat melesat ke level tertinggi baru Rp 412 per saham.

Baca juga: Investasi Telkomsel di GoTo Dinilai Sudah Jalankan SOP dan GCG

Sebelumnya, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, pasar rebound pasca rilis kebijakan moneter The Fed yang akhirnya menetapkan kenaikan suku bunga 75 basis poin menjadi menjadi 1,5%-1,75%. Rebound-nya pasar saham sering dengan sikap pelaku pasar dan investor cenderung toleransi kebijakan moneter The Fed tersebut menekan laju inflasi.

“Pasar mengabaikan keputusan kebijakan moneter The Fed yang agresif tersebut , hal ini seiring sikap komunikasi The Fed sebelumnya sudah memberikan signal akan kebijakan moneter agresifnya,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Kamis (16/6/2022).

Di sisi lain, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut pasar juga mencermati pernyataan The Fed Jerome Powell memberikan signal adanya kenaikan lagi pada Juli 2022. Namun cenderung tidak super agresif.

Sementara dari dalam negeri, Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, posisi Utang Luar Negeri (ULN) di bulan April 2022 Kembali trennya menurun. Bank Indonesi menyampaikan ada akhir April 2022 tercatat sebesar US$409,5 miliar, turun dibandingkan dengan posisi ULN pada bulan sebelumnya sebesar US$412,1 miliar.


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN