Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan Jalan Tol Layang A.P Pettarani Makassar memasuki tahap akhir konstruksi.

Pembangunan Jalan Tol Layang A.P Pettarani Makassar memasuki tahap akhir konstruksi.

Progres Pembangunan Capai 99%, META Akan Operasikan Jalan Tol Layang Makassar Oktober 2020

Jumat, 18 September 2020 | 10:53 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

MAKASSAR, investor.id – PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) akan segera mengoperasikan Jalan Tol Layang A.P. Pettarani, Makassar atau Ujung Pandang Seksi 3. Jalan tol yang akan menjadi ikon baru masyarakat Sulawesi Selatan khususnya Kota Makassar ini akan melengkapi ruas tol yang sebelumnya telah hadir di Kota Deang, yakni Seksi I, 2 dan 4.

Saat ini, pembangunan Tol Layang A.P. Pettarani dilakukan META melalui PT Margautama Nusantara (MUN) dan anak usahanya, PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) telah memasuki tahap akhir dan akan segera dioperasikan pada Oktober 2020.

Direktur BMN, Ismail Malliungan mengatakan sampai dengan 17 September 2020, progres pembangunan proyek untuk konstruksi Jalan Tol Layang telah mencapai 99,22%. Hanya tersisa pekerjaan minor dan perapihan yang sedang dikerjakan meliputi marka jalan, pipa drainase, penerangan jalan, perambuan dan expansion joint. Keseluruhan pekerjaan minor ini akan selesai pada 30 September 2020.

Sedangkan pekerjaan pengembalian kondisi Jalan A.P. Pettarani eksisting progresnya telah mencapai 39,28% dan direncanakan selesai pada akhir Desember 2020. Pengembalian kondisi Jalan A.P. Pettarani berupa pengaspalan, pembersihan drainase, pembangunan pedestrian dan penyediaan lajur sepeda.

“Nantinya kondisi Jalan A.P. Pettarani akan lebih ramah bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda,” urainya dalam Media Briefing yang digelar secara virtual dari Makassar, Jumat (18/9/2020).

Dipaparkan, persetujuan desain dan uji beban jembatan juga telah dilaksanakan pada Bulan Agustus 2020 dan telah disetujui melalui rekomendasi yang diterbitkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Selanjutnya akan dilakukan uji laik fungsi sebelum masa operasional yang direncanakan akan dilakukan pada awal bulan Oktober 2020 oleh Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan.

“Setelah tahapan ini selesai, masyarakat Makassar dapat secara langsung merasakan manfaat dari jalan tol layang pertama di luar Pulau Jawa tersebut,” urainya.

Anwar Toha Direktur Utama PT BMN mengungkapkan, Jalan Tol Layang A.P. Pettarani dijadwalkan dapat dioperasikan secara fungsional pada bulan Oktober 2020.

Sebagai catatan, proyek jalan tol layang sepanjang 4,3 km ini memiliki nilai investasi sebesar Rp2,243 triliun dan melibatkan 2000 lebih pekerja yang dibangun tanpa adanya pembebasan lahan. Proses pengerjaan kontruksi telah dimulai sejak 30 April 2018 dan dibangun dengan skema investasi oleh pihak swasta.

Anwar menyampaikan, meski di tengah pandemi Covid-19, pengerjaan proyek Jalan Tol Layang A.P. Pettarani terus dilakukan dengan tetap mematuhi standar Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (SMK3) serta protokol pencegahan Covid-19 yang diterapkan secara disiplin dan ketat. Manajemen Perusahaan selalu memastikan penerapan prosedur mulai dari tahapan pencegahan dan penanganan Covid-19 di seluruh unit kerja proyek yang terus diperbarui seiring dengan perkembangan data kasus terkini.

Jalan Tol Layang A.P. Pettarani ini merupakan perpanjangan dari Jalan Tol Seksi I dan II serta tidak ada penambahan gerbang tol baru. Transaksi pembayaran tol akan dilakukan pada empat Gerbang Tol BMN yang ada, yaitu Gerbang Tol Cambaya, Kalukubodoa, Parangloe dan Tallo Timur. Saat dioperasikan pada bulan Oktober 2020 mendatang, Manajemen masih memberlakukan tarif lama untuk ke-empat gerbang tol, sebesar Rp4.000 bagi kendaraan golongan I. Pemberlakuan tarif ini berlaku hingga Januari 2021. Pada Bulan Februari 2021, akan ada penyesuaian tarif yang akan ditetapkan melalui keputusan Menteri PUPR yang diestimasi menjadi Rp9.500.

Direktur MUN, Ricky Camelien menyampaikan penyesuaian tarif tol dipergunakan untuk pengembalian investasi, pemeliharaan dan perawatan jalan dalam rangka memenuhi standar pelayanan serta menutup biaya operasional. Melalui tarif tol yang dibayarkan setiap pengguna jalan, secara tidak langsung masyarakat juga ikut memberikan kontribusinya dalam membangun dan memajukan infrastruktur daerah serta menciptakan konektivitas untuk pertumbuhan kawasan.

Dipaparkan Ricky, penyesuaian tarif yang diharapkan mulai dilakukan pada awal Januari 2020 atau 4 bulan setelah jalan tol layang ini beroperasi berpotensi meningkatkan pendapatan bagi operator sebesar 12%-15%. Jalan tol ini menurutnya diperkirakan akan dilintasi oleh 60 ribu kendaraan.

Mengurai Kemacetan

Jalan Tol Layang A.P. Pettarani akan menjadi salah satu ikon baru kebanggaan Kota Makassar milik seluruh masyarakatnya yang diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengurai kemacetan kota. Jalan tol layang ini juga diharapkan dapat memberikan kemudahan mobilitasi, pendistribusian barang dan logistik, sekaligus akan mengoptimalkan fungsi jalan tol di Kota Makassar yang menghubungkan simpul ekonomi, bandar udara, Pelabuhan, Kawasan industri dan perkantoran.

PT BMN dan Pemerintah daerah menginisiasi pembangunan Jalan Tol Layang A.P. Pettarani, Makassar sebagai solusi untuk mengurai kemacetan lalu lintas, sekaligus membangun konektivitas di Timur Indonesia.

Pembangunan Jalan Tol Layang A.P. Pettarani menggandeng PT Wijaya Karya Beton sebagai Kontraktor Utama, Nippon Koei Co., Ltd. dalam Operasi Bersama PT Indokoei International dan PT Cipta Strada sebagai Konsultan Supervisi serta PT Virama Karya sebagai Konsultan Pengendali Mutu Independen. Manajemen juga mendapatkan dukungan finansial dalam hal pembiayaan proyek yang bersumber dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar).

Jalan Tol Layang A.P. Pettarani Makassar, nantinya akan menghubungkan bagian Selatan Kota Makassar dengan Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar New Port, Bandara Sultan Hasanudin, dan pesisir selatan Sulawesi Selatan. Pembangunan proyek dimulai dari akhir Jalan Tol Seksi II, tepatnya di Persimpangan Jl. Urip Sumoharjo melewati Persimpangan Jl. Boulevard Panakkukang, Jl. Hertasning dan berakhir sebelum Persimpangan Jl. Sultan Alauddin. Dengan tergabungnya Jalan Tol Pettarani dengan jalan tol existing ini, maka seluruh ruas tol Seksi I – III akan menjadi sistem operasi terbuka dengan total panjang 10,4km. Jumlah lajur jalan adalah 2 x 2 dengan lebar masing-masing lajur 3,50 m dan memiliki dua on-off ramp yaitu On-Off Ramp Boulevard dan On-Off Ramp Alauddin.

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN