Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Proses IPO BUMN Dipercepat

Oleh Muhammad Rausyan Fikry, Selasa, 5 Januari 2016 | 05:41 WIB

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan mengkaji untuk mempercepat proses penawaran umum perdana (initial public of fering/ IPO) saham BUMN maupun perusahaan yang lain. Setelah calon emiten melengkapi segala dokumen pendukung, OJK akan mempercepat pernyataan pendaftaran menjadi efektif dari saat ini 45 hari ke 35 hari.

 

Pemerintah menyatakan PT Inalum akan didorong mencatatkan sebagian sahamnya di Bursa Efek Indonesia tahun ini. Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal menyatakan, setiap perusahaan publik wajib menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada Bapepam.

 

Pernyataan pendaftaran menjadi efektif pada hari ke-45 sejak diterimanya pernyataan pendaftaran secara lengkap atau pada tanggal yang lebih awal jika dinyatakan efektif oleh Bapepam. Berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), peran Bapepam dalam pengaturan dan pengawasan pasar modal ini digantikan oleh OJK.

 

“Kami ada rencana untuk mempercepat proses IPO BUMN. OJK akan menyederhanakan proses IPO terkait dokumen-dokumen dan beberapa hal lainnya. Penyederhanaan proses IPO dilakukan karena ada hal-hal tertentu yang harus dipenuhi BUMN untuk bisa IPO. Meski demikian, proses IPO BUMN pada umumnya sama dengan perusahaan-perusahaan swasta lainnya,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida di Jakarta, Senin (4/1).

 

Dia mengatakan, OJK masih mengevaluasi hal-hal apa lagi yang selama ini membuat proses IPO lama dan menyeleksi tahapan-tahapan yang dapat disederhanakan.

 

Selain memangkas proses IPO, OJK akan mengkaji peraturan setelah perusahaan negara melangsungkan IPO, di antaranya adalah soal pelaporan penggunaan dana yang biasanya tiga bulan sekali menjadi setiap satu semester.

 

Selain berkomunikasi dengan pihak BUMN, OJK dan self regulatory organization (SRO) lain akan proaktif menyamakan persepsi pentingnya go public dengan pihak-pihak terkait. Dengan demikian, manfaat go public dapat dipahami lebih baik dan lebih banyak BUMN bisa IPO.

 

“Hingga saat ini, dalam pipeline IPO OJK, belum ada BUMN yang bakal melangsungkan IPO tahun ini. Oleh sebab itu, kami akan lebih proaktif berkomunikasi dengan BUMN, terutama perusahaan yang sudah layak melaksanakan IPO. Go public BUMN akan memacu pertumbuhan ekonomi serta membuat corporate governance lebih baik,” kata Nurhaida. (ID/gor)

 

Baca selanjutnya di

http://id.beritasatu.com/home/2016-inalum-ipo/136693

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA