Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jaminan Hari Tua - BPJS Ketenagakerjaan

Jaminan Hari Tua - BPJS Ketenagakerjaan

Prospek 6 Saham BPJamsostek

Minggu, 27 Juni 2021 | 13:21 WIB
Parluhutan Situmorang ,Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com) ,Olavia Lona

JAKARTA, investor.id — Enam saham portofolio BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) yang direkomendasi Badan Pemeriksa Keuangan untuk dilakukan take profit atau cut loss bergerak bervariasi, hingga akhir pekan ini.

Rekomendasi BPK itu terkait saham PT Salim Ivomas PratamaTbk (SIMP), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Keenam saham tersebut dinilai masih memiliki prospek untuk bergerak lebih positif. Namun, peluang penguatan harganya terbatas, karena fund manager tengah menunggu dua startup unicorn Bukalapak dan Gojek-Tokopedia (GoTo) masuk bursa (listing saham). Berdasarkan data RTI, Jumat (25/6), harga saham ITMG berhasil rebound ke level Rp 14.600 atau naik 1,74% pada perdagangan akhir pekan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Demikian pula saham AALI rebound sebesar 1,96% ke level Rp 7.800, setelah downtrend dalam beberapa hari terakhir.

Untuk saham GIAA masih disuspensi BEI sejak 18 Juni 2021 akibat sebagai dampak penundaan pembayaran kupon sukuk global bond. Sebelum suapensi, harga saham GIAA beradaa di level Rp 222. Sedangkan harga saham SIMP dalam 3 hari perdagangan melemah dan pada Jumat (25/6) ditutup di level Rp 428 atau turun 0,93%. Saham KRAS ditutup turun 1,9% ke Rp 515, demikian pula LSIP turun ke level Rp 980 atau terkoreksi 2%.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona hijau, menguat ke level 6.022,39.

Kepala Riset Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardy. Foto: IST
Kepala Riset Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardy. Foto: IST

Kepala Riset Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardy menilai, harga keenam saham tersebut otomatis bisa turun apabila BPJamsostek mengikuti saran BPK untuk take profit maupun cut loss. Bahkan, IHSG juga bisa ikut terdampak sentimen negatif tersebut. 

“Padahal, keenam saham itu masih layak investasi. Namun, pertumbuhannya masih akan terbatas dibanding sektor lain seperti teknologi dan jasa keuangan,” ujar Robertus, Jumat (25/6).

Meski dalam tiga hari perdagangan, saham SIMP, KRAS, dan LSIP tercatat belum rebound, dia meyakini harga saham-saham tersebut punya potensi menguat. Kendati demikian, hal itu akan sangat tergantung pada siklus harga komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk saham SIMP dan LSIP, sedangkan untuk KRAS tergantung pada perbaikan kinerja keuangan.

Begitu juga saham Astra Agro Lestari dan Indo Tambangraya Megah masih bagus, seiring harga komoditas yang masih ada potensi perbaikan.

Sedangkan, untuk saham Garuda Indonesia dinilainya agak berat, mengingat besarnya kewajiban utang-utangnya.

PT Sucor Sekuritas Hendriko Gani. Foto: IST
PT Sucor Sekuritas Hendriko Gani. Foto: IST

Pada kesempatan terpisah, analis PT Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, saham SIMP, KRAS, dan LSIP diperkirakan masih akan berada di fase downtrend, dan belum ada tanda-tanda untuk rebound. “Ketiga saham tersebut, untuk tahun ini, kami belum melihat ada potensi rebound. Untuk saham LSIP dan SIMP juga dipengaruhi harga sawit yang sempat terkoreksi,” ujar dia kepada Investor Daily.

Sementara, harga saham GIAA dalam 3 hari perdagangan terus stagnan. Menurut Hendriko, manajemen perlu melakukan perbaikan kinerja ter kait utang yang menumpuk, sehingga Garuda Indonesia dapat divaluasi lebih baik.

Apabila investor ingin berinvestasi pada saham tersebut, Hendriko menyarankan untuk melakukan analisis lebih lanjut terkait fundamental saham-saham milik BPJamsostek ini.

“Selain itu, investor dapat memperhatikan teknikalnya, seperti mencermati reversal pada SIMP, KRAS, dan LSIP, maupun menunggu sahamnya berkonsolidasi,” ujar dia.

Pengumuman BPK Dikritisi

Potret kinerja saham BPJS
Potret kinerja saham BPJS

Sementara itu, sejumlah analis mengkritisi pengumuman terbuka Badan Pemeriksa Keuang an (BPK) yang merekomendasikan BPJS Ketenagakerjaan untuk melakukan take profit atau cut loss atas enam saham di Bursa Efek Indonesia, karena berdampak negatif terhadap saham-saham tersebut dan investor publiknya. Dalam laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II 2020, BPK meminta BPJS Ketenagakerjaan segera membuat mekanisme cut loss secara jelas dan tegas pada investasi saham dan reksa dana.

Perseroan diminta untuk melakukan take profit atau cut loss pada saham-saham yang tidak ditransaksikannya, seperti saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk, PT Krakatau Steel Tbk, PT Garuda Indonesia Tbk, PT Astra Agro Lestari Tbk, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk.

BPK juga meminta BPJamsostek untuk melakukan rekomposisi kepemilikan reksa dana, guna mengantisipasi terjadinya ketidakstabilan kondisi pasar dengan memper timbangkan risiko dan hasil investasi yang lebih optimal. Perseroan juga diminta untuk menyusun dan menerapkan langkah-langkah pemulihan unrealized loss secara rinci, dan tidak hanya menggantungkan pada faktor uncontrollable seperti IHSG.

Selain itu, memulihkan likuiditas dan solvabilitas program Jaminan Hari Tua (JHT) minimal pada angka 100%.

“Pengumuman terbuka oleh BPK terkait dengan rekomendasi kepada BPJamsostek untuk melakukan take profit atau cutloss pada saham-saham di bursa, dengan menyebutkan nama emiten, berimbas besar bisa menurunkan harga saham-saham tersebut. Bahkan, menimbulkan presepsi liar terhadap saham-saham emiten tersebut, dan bisa merugikan investor di pasar modal,” ujar pengamat pasar modal Marolop Alfred Nainggolan di Jakarta, Kamis (24/6).

Pengamat pasar modal Marolop Alfred Nainggolan. Foto: IST
Pengamat pasar modal Marolop Alfred Nainggolan. Foto: IST

Dia melanjutkan, BPK seharusnya menyadari bahwa pernyataan terbuka tersebut bisa menimbulkan kepanikan dan menggiring adanya aksi jual masif terhadap saham-saham tersebut, mengingat skala BPJamsostek sebagai pemegang saham institusi besar.

“Bisa jadi di bursa negara lain, rekomendasi demikian bisa menjadi masalah hukum baru. Karena, pengumuman tersebut berdampak kerugian tidak hanya bagi investor, tapi juga emitennya,” tuturnya.

Alangkah arifnya, lanjut dia, apabila hasil-hasil temuan tersebut sifatnya tertutup, tidak dibuka kepada publik. “Karena, sekali lagi, ada pihak lain dalam hal ini investor atau pemegang saham. Ini termasuk investor asing, emiten, dan juga image pasar modal kita,” ucapnya.

BPJamsostek Menindaklanjuti

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antara Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja. Foto: SIT
Deputi Direktur Bidang Humas dan Antara Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja. Foto: SIT

Sementara itu, Deputi Direktur Bidang Humas dan Antara Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja mengatakan, BPJamsostek akan menindaklanjuti rekomendasi BPK terkait investasi dan operasional. Ini termasuk untuk take profit dan cut loss atas enam saham di Bursa Efek Indonesia.

“Rekomendasi BPK untuk melakukan take profit atau cut loss saham-saham tertentu telah dikaji secara internal. Kebijakan terkait cut loss telah diusulkan untuk masuk dalam regulasi pemerintah yang mengatur tata kelola investasi BPJamsostek,” katanya kepada Investor Daily, Jumat (25/6).

Pada tahun 2020, lanjut Irvansyah, BPJamsostek telah membukukan kenaikan aset Dana Jaminan Sosial (DJS) sebesar 13,2% dari tahun sebelumnya.

Selain itu, memberikan imbal hasil JHT 5,59% per tahunnya, di atas rata-rata bunga deposito bank pemerintah yang sebesar 3,63% per tahun._

Manajemen BPJamsostek, lanjut dia, menyampaikan apresiasi terkait IHPS II 2020 oleh BPK, di mana hasil pengelolaan investasi dan operasional BPJamsostek telah sesuai kriteria dengan beberapa langkah perbaikan.

“BPJamsostek berkomitmen untuk selalu memperbaiki tata kelola investasi, dan memberikan hasil pengembangan yang optimal kepada seluruh peserta,” ucapnya. (en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN