Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Zara, salah satu gerai Mitra Adiperkasa. Foto: dok. ID

Zara, salah satu gerai Mitra Adiperkasa. Foto: dok. ID

Prospek Pertumbuhan Mitra Adiperkasa Tetap Kuat

Rabu, 15 Januari 2020 | 14:03 WIB
Parluhutan Situmorang

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) memiliki kekuatan untuk terus lanjutkan pertumbuhan hingga beberapa tahun mendatang. Di antaranya segmen pasar yang kuat, keberhasilan perseroan menurunkan jumlah hari stok barang (days in inventory), dan tren penurunan beban pokok penjualan.

Analis Danareksa Sekuritas Andreas Kenny mengatakan, Mitra Adiperkasa merupakan peritel yang tergolong sehat didukung atas demografi pasar yang kuat kalangan menengah-atas, dimana segmen tersebut diproyeksikan tidak terpengaruh atas flukutasi daya beli tahun ini.

Selain itu, perseroan memiliki catatan rata-rata pertumbuhan penjualan toko yang sama (same store sales growth/SSSG) mencapai 3% hingga September 2019. Meski pertumbuhan tersebut tergolong normal, tingkat keuntungan perseroan justru menunjukkan peningkatan menggembirakan. “Kami memperkirakan pendapatan operasional dan laba bersih akan tetap bertumbuh dua digit hingga tahun ini,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa anak usahanya, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), masih menjadi mesin pertumbuhan kinerja keuangan perseroan. Sebagaimana diketahui hingga September 2019, MAP Aktif Adiperkasa mencetak SSSG sebesar 8%. Pertumbuhan penjualan anak usaha ini diharapkan mencapai 4,9% per meter persegi tahun ini dan mencapai 4,4% tahun 2021.

Berbagai faktor tersebut mendorong Danareksa Sekuritas menetapkan saham MAPI sebagai pilihan utama saham sektor ritel. Target harga saham MAPI juga direvisi naik dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.300. target harga tersebut mempertimbangkan perkiraan PER tahun ini sekitar 15,9 kali.

Peningkatan target harga tersebut juga sejalan dengan keputusan Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target laba bersih Mitra Adiperkasa tahun 2020 dari Rp 930 miliar menjadi Rp 1,10 triliun. Perkiraan pendapatan direvisi turun dari Rp 25,47 triliun menjadi Rp 23,19 triliun. Sedangkan proyeksi laba bersih tahun 2019 direvisi naik dari Rp 824 miliar menjadi Rp 963 miliar dan pendapatan dari Rp 22,08 triliun menjadi Rp 21,07 triliun.

Tekan Biaya

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Indonesia Teuku Al Hafidh At Tirmidzi menyebutkan, Mitra Adiperkasa menjadi salah satu perusahaan ritel yang mampu menekan proporsi biaya penjualan terhadap pendapatan. Jika tahun 2015 didata bahwa proporsi biaya penjualan terhadap pendapatan mencapai 36,17% lanjutkan penurunan menjadi 33,4% hingga akhir 2018.

“Kami memperkirakan proporsi biaya tersebut diharapkan turun menjadi 33,3% tahun 2019 dan kembali turun dengan target mencapai 33% pada 2020,” terangnya dalam riset di Jakarata, belum lama ini.

Selain faktor tersebut Samuel Sekuritas juga memberikan pandangan positif atas keberhasilan perseroan menurunkan days in inventory barang dalam beberapa tahun terakhir. Angka days in inventory tahun 2014 masih bertengger di 184 hari kemudian turun menjadi 116 hari pada 2018.

Penurunan days in inventory, terang dia, dipengaruhi atas kemampuan perseroan dalam melakukan inventory profilling dan membaiknya proses marhandising. “Kami memperkirakan perseroan mampu untuk menjaga angka days in inventory pada level 118 hari pada 2019 dan menjadi 120 hari tahun 2020,” terangnya.

Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MAPI dengan target harga Rp 1.350. Target harga tersebut juga mengimplikasikan perkriaan PE tahun ini sekitar 19,1 kali.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan hingga tahun ini. Laba bersih perseroan diharapkan tumbuh menjadi Rp 1,22 triliun tahun ini, dibandingkan perkiraan tahun lalu senilai Rp 1 triliun. Pendapatan juga diperkirakan naik dari estimasi tahun 2019 sebesar Rp 20,07 triliun menjadi Rp 21,79 triliun pada 2020.

Namun pandangan berbeda diungkapkan analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Christine Natasya terkait prospek ritel tahun ini. Menurut dia, prospek bisnis ritel dipangkas dari overweight menjadi neutral pada 2020. Emiten ritel segmen pasar bawah diperkirakan menghadapi banyak tantangan tahun depan akibat peningkatan iuran kesehatan dan kenaikan harga jual rokok.

Begitu juga dengan peritel menengah atas, menurut dia, juga menghadapi tantangan sejalan dengan penurunan promo maupun cashback e-wallet. Tantangan juga datang dari kenaikan iuran BPJS Kesehatan hingga 100% untuk kelas I mulai Januari 2020 diperkirakan berimbas terhadap penurunan daya beli. Begitu juga dengan biaya listrik kemungkinan mengalami peningkatan yang berimbas juga terhadap daya beli.

Retailer juga, menurut dia, akan menghadapi tantangan persaingan dari ecommerce. “Namun demikian kami melihat dampak negatif sejumlah faktor tersebut hanya berimbas kecil terhadap Mitra Adiperkasa. Karena perseroan memasarkan beragam barang unik yang pesainya hanya bran tertentu dan jarang terlihat dipasarkan di platform e-commerce,” tulisnya dalam riset, belum lama ini.

Tahun lalu, Mitra Adiperkasa telah menjalin aliansi bisnis dengan perusahaan asal Amerika Serikat, Walgreens Boots Alliance, Inc. Langkah ini secara resmi menandakan perseroan masuk ke bisnis ritel farmasi, kesehatan, dan kecantikan.

Group CEP Mitra Adiperkasa VP Sharma mengatakan, kerja sama perseroan dengan Walgreen berupa pembukaan gerai Boots di Indonesia. Perseroan menargetkan gerai pertama akan dibuka pada semester II-2020. Gerai ini menawarkan serangkaian produk eksklusif Boots, serta merek-merek produk Indonesia dan internasional terdepan.

“Boots melengkapi portofolio merek kami yang memiliki diversifikasi, sehingga akan akan membantu MAP menunjukkan kekuatan dari strategi ritel 360°,” kata dia dalam keterangan resminya.

Senior Vice President and Managing Director of International Retail, Walgreens Boots Alliance Jacobo Caller menambahkan, bersama mitra, perseroan dapat mencatat pertumbuhan yang berkelanjutan, memperluas jangkauan merek Boots di negara dengan populasi terbesar di dunia.

Sebagai informasi, Walgreens Boots Alliance telah hadir di 25 negara, yang mencakupi strategi investasi dengan metode ekuitas. Perusahaan ini mempekerjakan 440.000 karyawan dan memiliki lebih dari 18.750 gerai.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN