Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Semen Indonesia. Foto: IST

Semen Indonesia. Foto: IST

Prospek Pertumbuhan Semen Indonesia

Parluhutan Situmorang, Jumat, 15 November 2019 | 12:41 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) berhasil mempertahankan tren kenaikan volume penjualan semen setiap bulan sepanjang tahun ini. Sedangkan pencapaian kinerja keuangan hingga September 2019 sudah sesuai perkiraan. Hal ini mendorong sejumlah analis untuk merevisi naik target kinerja keuangan produsen semen ini dalam beberapa tahun mendatang.

Analis Danareksa Sekuritas Maria Renata mengatakan, Semen Indonesia menunjukkan pertumbuhan volume penjualan hingga mencapai rekor baru setiap bulan tahun ini. Volume penjualannya mencapai 4,77 juta ton pada Oktober 2019, naik sekitar 40,8% dibandingkan bulan sama periode lalu dan tumbuh 11,3% dari bulan lalu.

Lonjakan volume penjualan ditopang konsolidasi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB).

“Volume penjualan semen perseoran Oktober tercatat yang terbesar sepanjang tahun ini. Bahkan, perseroan mencatat rekor volume penjualan setiap bulan hingga Oktober tahun ini,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Kenaikan volume penjualan bulanan tersebut berdampak terhadap pertumbuhan volume penjualan semen perseroan periode Januari-Oktober 2019 bertumbuh 25,9% menjadi 34,28 juta ton.

Menurut dia, realisasi tersebut setara dengan 81,5% dari total target volume penjualan tahun ini berdasarkan perhitungan Danareksa Sekurtias. Apabila dibandingkan dengan pangsa pasar penjualan semen domestik, dia mengungkapkan, terlihat kinerja yang menggembirakan. Berdasarkan data volume penjualan semen nasional Januari- Oktober hanya mencapai 56,1 juta ton atau turun sekitar 1,53%, dibandingkan periode sama tahun lalu. Penurunan volume dipengaruhi atas sejumlah agenda politik sepanjang tahun ini.

Terkait kinerja keuangan perseroan hingga kuartal III-2019, Maria mengatakan, Danareksa Sekuritas memilih untuk merevisi naik target kinerja keuangan Semen Indonesia hingga akhir tahun 2019. Revisi naik tersebut didorong atas keberhasilan perseroan dalam mencetak pertumbuhan kinerja keuangan di atas ekspektasi. Semen Indonesia membukukan kenaikan volume penjualan menjadi 29,51 ton.

Pendapatan juga melonjak sekitar 31,1% menjadi Rp 28,12 triliun hingga September 2019, dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 21,45 triliun.

Sedangkan laba bersih perseroan turun 38% dari Rp 2,08 triliun menjadi Rp 1,29 triliun. Tren kenaikan volume penjualan semen membuka prospek kinerja keuangan Semen Indoensia lebih baik dari ekspektasi semula. Kinerja yang lebih baik tersebut juga dapat dilihat dari realisasi kinerja keuangan dan operasional Semen Indonesia hingga September 2019.

Kondisi tersebut mendorong Danareksa Sekuritas merevisi naik target kinerja keuangan perseroan. Peningkatan target dipengaruhi atas ekspektasi peningkatan rata-rata harga jual semen perseroan sebesar 3% tahun ini, dibandingkan perkiraan semula hanya 1,2%. Sedangkan volume penjualan semen perseroan diperkirakan mencapai 41,34 juta ton sepanjang tahun ini. Ekspektasi kenaikan rata-rata harga jual semen perseroan diperkirakan berimbas terhadap kinerja keuangan.

Pendapatan perseroan tahun ini direvisi naik dari estimasi semula Rp 37,05 triliun menjadi Rp 38,20 triliun. Begitu juga dengan proyeksi laba bersih perseroan direvisi naik dari Rp 1,58 triliun menjadi Rp 1,76 triliun.

Sedangkan perkiraan pendapatan Semen Indonesia tahun 2020 direvisi tumbuh menjadi Rp 40,80 triliun, dibandingkan perkiraan semula hanya Rp 39,58 triliun. Namun estimasi laba bersih direvisi turun dari Rp 2,54 triliun menjadi Rp 2,36 triliun pada 2020. Estimasi turun laba bersih dipengaruhi perkiraan kenaikan beban perseroan yang memicu margin laba bersih (net profit margin/NIM) perseroan direvisi turun dari 6,4% menjadi 5,8%.

Pandangan hampir senada diungkapkan analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin. Menurut dia, Semen Indonesia menunjukkan perbaikan performa secara bertahap, meskipun realisasinya masih di bawah pencapaian tahun lalu. Perolehan kinerja keuangan tersebut juga sudah sesuai dengan perkiraan Mirae Asset Sekuritas dan konsensus analis.

Terkait dampak positif konsolidasi SBI ke Semen Indonesia terhadap kinerja keuangan dan operasional diperkirakan masih membutuhkan waktu beberapa tahun. “Kami memperkirakan bahwa prospek Semen Indonesia tetap kuat didukung konsolidasi SBI. Dampak konsolidasi

tersebut diharapkan mulai terlihat dalam realisasi kinerja keuangan tahun depan, apalagi dengan perkiraan harga batubara rendah,” terangnya.

Mirae Asset Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih menjadi Rp 1,88 triliun hingga akhir 2019, dibandingkan periode sama tahun lalu mencapai Rp 3,07 triliun. Pendapatan juga diproyeksikan naik menjadi Rp 38,48 triliun, dibandingkan perolehan tahun 2018 mencapai Rp 30,68 triliun.

Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi trading buy dengan target harga Rp 14.400. Target harga tersebut juga mempertimbangkan revisi naik estimasi laba bersih perseroan tahun 2020. Sedangkan proyeksi laba bersih perseroan tahun ini direvisi turun akibat penyesuaian tarif pajak.

Sebelumnya, analis Samuel Sekuritas Yosua Zisokhi mengatakan, Semen Indonesia diproyeksikan masih menghadapi tantangan sulit hingga tahun depan. Hal ini dipicu atas berlanjutkan kelebihan pasokan (oversupply) produksi semen lokal bersamaan dengan rendahnya tingkat pertumbuhan permintaan.

Dia mengatakan, oversupply semen dalam negeri tahun depan kemungkinan hampir sama dengan posisi tahun ini. “Kelebihan pasokan akan membuat volume penjualan perseroan cenderung stagnan hingga tahun 2020,” tulisnya dalam risetnya, belum lama ini.

Kondisi ini mendorong Samuel Sekuritas untuk menargetkan kenaikan tipis laba bersih Semen Indonesia menjadi Rp 2,96 triliun tahun 2020 dan diperkirakan mencapai Rp 2,74triliun tahun ini. Bahkan perkiraan laba bersih perseroan tahun 2020 diproyeksikan belum mampu untuk menyaingi posisi laba bersih tahun 2018 senilai Rp 3,28 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA