Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pekerja di proyek konstruksi. Foto ilustrasi: Dok B1photo

Salah satu pekerja di proyek konstruksi. Foto ilustrasi: Dok B1photo

Prospek Saham Waskita Precast Seiring Pemulihan Kinerja

Jauhari Mahardhika, Senin, 9 Desember 2019 | 10:47 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan kontrak baru sebesar Rp 5,93 triliun hingga November 2019. Jika ditambah kontrak bawaan (carry over) tahun lalu Rp 9,35 triliun, total kontrak yang dihadapi (order book) perseroan mencapai Rp 15,28 triliun.

Hingga akhir Desember 2019, anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tersebut optimistis mengantongi kontrak baru Rp 7,03 triliun. Sedangkan pendapatan mencapai Rp 7,6 triliun dan laba bersih Rp 882 miliar.

“Tahun ini, kapasitas produksi Waskita Beton Precast ditargetkan sebesar 3,7 juta ton dengan utilitas 70%,” ungkap manajemen perseroan dalam ulasannya, akhir pekan lalu.

Waskita Precast kini memiliki sembilan pabrik beton pracetak, yaitu pabrik di Cibitung (325 ribu ton), Sidoarjo (425 ribu ton), Sadang (350 ribu ton), Bojonegara (475 ribu ton), Karawang (575 ribu ton), Subang (350 ribu ton), Kalijati (250 ribu ton), Gasing (725 ribu ton), dan Klaten (225 ribu ton).

Perseroan juga memiliki 73 batching plant untuk readymix yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Sumatera, dan Sulawesi.

Adapun major projects saat ini adalah proyek jalan tol Pematang Panggang-Kayu Agung (PPKA) Jakarta- Cikampek, Cibitung-Cilincing, Legundi-Bunder, Bocimi, CCTW I & II, KAPB, dan Pekanbaru-Dumai. Sementara itu, Danareksa Sekuritas memperkirakan kontrak baru Waskita Precast tahun ini senilai Rp 6,99 triliun atau lebih rendah dari perkiraan semula Rp 9,99 triliun.

Sedangkan pendapatan tahun ini diproyeksikan sebesar Rp 7,51 triliun, lebih rendah dari proyeksi awal Rp 8,95 triliun.

Adapun laba bersih tahun ini ditaksir mencapai Rp 776 miliar. Tahun depan, kontrak baru Waskita Precast diperkirakan senilai Rp 10,49 triliun, lebih rendah dari perkiraan semula Rp 10,99 triliun. Sedangkan pendapatan diestimasi sebesar Rp 8,88 triliun, lebih rendah dari estimasi awal Rp 10,29 triliun.

Adapun laba bersih tahun depan diprediksi sebesar Rp 899 miliar. “Pertumbuhan kinerja keuangan tahun depan diharapkan mulai membaik, meskipun belum bisa mengalahkan realisasi tahun 2018,” tulis analis Danareksa Sekuritas Maria Renata dalam risetnya.

Danareksa Sekuritas menetapkan target harga saham WSBP sebesar Rp 410, dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut menggambarkan perkiraan PE tahun ini sekitar 11,1 kali atau setara dengan rata-rata PE perseroan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada penutupan perdagangan pekan lalu, WSBP menguat Rp 10 (3,2%) pada harga Rp 322. Dengan target harga Rp 410 hingga 12 bulan ke depan, maka WSBP masih berpotensi memberikan keuntungan (capital gain) sebesar 27,3%.

Di lain pihak, Samuel Sekuritas juga memasang target harga WSBP sebesar Rp 410, dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun 2020 sekitar 9,5 kali.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Selvi Ocktaviani dalam risetnya, mengemukakan bahwa Waskita Beton Precast sedang gencar meluncurkan beberapa produk baru beton pracetak, seperti spun pile berdiameter 1,2 meter, bantalan rel, dan tiang listrik. Hal ini diharapkan menambah kontrak baru perseroan ke depan. Produk tersebut rata-rata memiliki margin sekitar 15%.

Waskita Precast juga disebut menyiapkan belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar Rp 400 miliar pada 2020. Dana capex akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan penyelesaian pembangunan pabrik Penajam. Perseroan masih mengandalkan penerbitan obligasi sebagai sumber pendanaan.

Samuel Sekuritas memproyeksikan pendapatan Waskita Precast tahun ini Rp 7,32 triliun dan tahun depan menjadi Rp 9,9 triliun. Sedangkan laba bersih tahun ini diperkirakan Rp 768 miliar dan tahun depan menjadi Rp 1,06 triliun.

Sebelumnya, Direktur Utama Waskita Beton Precast Jarot Subana mengatakan, pihaknya menargetkan nilai kontrak baru sebesar Rp 11 triliun pada 2020. Salah satu upaya yang dilakukan perseroan adalah memperluas pasar eksternal dengan menambah produk baru.

Jarot berharap, beberapa tender konstruksi yang mundur tahun ini bisa dieksekusi tahun depan, sehingga terdapat potensi peningkatan perolehan kontrak baru pada 2020. “Target tahun depan masih belum diputuskan, tapi kami optimistis kontrak baru mencapai Rp 11 triliun, sementara laba bisa lebih dari Rp 1 triliun,” kata dia.

Sesuai rencana, perseroan akan menambah produk baru serta meningkatkan kapasitas produksi. Perseroan tengah menyelesaikan pembangunan pabrik baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan. Pembangunan plant Penajam ini telah mencapai 70%, yang kemudian diharapkan selesai pada awal 2020.

Plant ini nantinya akan memiliki kapasitas sebesar 250 ribu ton per tahun. Melalui plant tersebut, perseroan ingin menyerap potensi pasar di wilayah tengah dan timur Indonesia, bahkan pasar regional di Asia Tenggara.

Tak hanya itu, perseroan sedang membangun fasilitas workshop 5 di plant Bojonegara. Sesuai rencana, workshop seluas 11.340 m2 ini ditargetkan dapat menghasilkan produk spun pile berdiameter 800 mm, 1.000 mm, dan 1.200 mm.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN