Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) Tbk.

Logo PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) Tbk.

Protelindo Tambah Fasilitas Pinjaman BCA Menjadi Rp 2 Triliun

Gita Rossiana, Selasa, 12 November 2019 | 18:59 WIB

JAKARTA, Investor.id –  PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), meraih tambahan fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi Rp 2 triliun. Fasilitas pinjaman yang ditandatangani Desember 2016 tersebut awalnya hanya bernilai Rp 500 miliar.

Sekretaris Perusahaan Sarana Menara Nusantara Irfan Ghazali mengatakan, pinjaman ini berjangka waktu  48 bulan sejak penarikan pertama. "Pinjaman ini akan digunakan untuk keperluan umum perusahaan, namun tidak terbatas pada akuisisi yang diperbolehkan, pengeluaran kegiatan operasional dan talangan arus kas Protelindo," ujar Irfan dalam keterbukaan informasi yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/11).

Perseroan menyebutkan bahwa pinjaman dari BCA tersebut sudah mengalami perubahan sebanyak empat kali sejak perjanjian pertama dibuat pada 21 Desember 2016. Perubahan pertama adalah pada 6 September 2017. Kemudian diubah lagi pada 19 September 2018, dan 21 Mei 2019. Pada September 2017, perseroan menaikkan nilai pinjaman menjadi Rp 750 miliar, dibandingkan dengan perjanjian kredit perseroan pada 21 Desember 2016 hanya Rp 500 miliar.

Wakil Direktur Utama Protelindo Stephen Duffus Weiss mengatakan, melalui perjanjian baru tersebut, kedua pihak sepakat untuk mengubah beberapa aspek. Misalnya, penambahan komitmen pinjaman dan jangka waktu ketersediaan fasilitas A dan B. 

Perubahan batas waktu jatuh tempo fasilitas pinjaman A menjadi 36 bulan dan batas jatuh tempo fasilitas B menjadi 12 bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian diubah.

Protelindo juga sebelumnya diketahui baru saja memenangkan 1.000 menara telekomunikasi milik PT Indosat Tbk (ISAT). Perseroan merogoh kocek sekitar Rp 1,95 untuk mengakuisisi menara tersebut.

Direktur Utama & CEO Protelindo Ferdinandus Aming Santoso mengatakan, transaksi ini akan memperkuat kemitraan strategis jangka panjang dengan Indosat. "Penambahan 1.000 tower dan kurang lebih 1.850 tenant akan semakin memperkuat posisi kami sebagai penyedia menara telekomunikasi terbesar di Indonesia dengan jumlah tower hampir 20 ribu dan jumlah tenant lebih dari 32 ribu," jelas Ferdinandus.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA