Menu
Sign in
@ Contact
Search
Semen Indonesia. Foto: DOK BeritasatuPhoto

Semen Indonesia. Foto: DOK BeritasatuPhoto

Proyek Infrastruktur Dipercepat, Begini Prospek Saham Emiten Semen

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:35 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Proyek infrastruktur Indonesia diproyeksikan bertumbuhan lebih pesat dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini dipengaruhi berbagai faktor yang bisa menjadi sentimen positif terhadap sektor konstruksi, khususnya emiten produsen semen.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Muhammad Naufal Yunas mengungkapkan, sentimen positif pengembangan infrastruktur didukung oleh masa jabatan pemerintahan Joko Widodo tinggal dua tahun lagi atau berakhir tahun 2024, sehingga pembangunan proyek infrastruktur yang telah dicanangkan kemungkinan dipercepat.

Baca juga: Indonesia Butuh Anggaran Infrastruktur Rp 6.157 Triliun

Proyek infrastruktur, ungkap dia, juga bakal didukung oleh dimulainya pengembangan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara tahun ini. Aksi ini tentu akan berimbas positif terhadap emiten konstruksi dan produsen semen nasional. Sebagaimana diketahui, pemerintah sebelumnya telah menganggarkan dana pembangunan IKN hingga tahun 2025, sehingga proyek ini diprediksi terus berlanjut, meski pemerintahan Jokowi telah berakhir nantinya.

Dukungan positif emiten sektor konstruksi dan semen, terang dia, berasal dari perhatian pemerintah untuk memperkuat permodalan BUMN konstruksi. Pemerintah sejak tahun lalu telah menyuntikkan dana ke beberapa perusahaan BUMN dalam rangka meningkatkan kapasitas pendanaan, sehingga bisa menggarap sejumlah proyek infrastruktur besar yang ditawarkan pemerintah.

Dari sisi anggaran, pemerintah kemungkinan menaikkan anggaran pengembangan infrastruktur tahun depan. Indikasi awal total anggaran mencapai Rp 368-418 triliun atau naik 14% dari anggaran tahun 2022. Angka tersebut sudah termasuk anggaran pengembangan IKN berkisar Rp 27-30 triliun. Sedangkan total anggaran IKN diprediksi mencapai Rp 466 triliun hingga 2045.

Baca juga: Pemulihan Terlihat, Begini Prospek Saham Waskita (WSKT)

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempetahankan overweight saham sektor infrastruktur. Rekomendasi ini menggambarkan kepastian pengembangan sejumlah proyek infrastruktur yang dicanangkan pemerintah, tren peningkatan kontrak infrastruktur, dan pemerintah mendukung likuiditas pendanaan proyek infrastruktur.

BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dengan target harga Rp 11.600 dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menapai Rp 15.300.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com