Menu
Sign in
@ Contact
Search
 PT PGN Tbk selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen melaksanakan penugasan pemerintah dan terus berupaya segera merealisasikan Proyek Gasifikasi Pembangkit Listrik sebagaimana Keputusan Menteri ESDM No. 2 Tahun 2022. (Foto: Dok. PGN)

PT PGN Tbk selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen melaksanakan penugasan pemerintah dan terus berupaya segera merealisasikan Proyek Gasifikasi Pembangkit Listrik sebagaimana Keputusan Menteri ESDM No. 2 Tahun 2022. (Foto: Dok. PGN)

Proyeksi Laba PGN (PGAS) Direvisi Naik, Bagaimana dengan Target Sahamnya?

Senin, 26 September 2022 | 12:48 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Target harga saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN direvisi naik dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.200, seiring dengan lonjakan kinerja keuangan perseroan pada semester I-2022. Faktor utama pendongkraknya berasal dari bisnis hulu minyak dan gas (migas).

Baca juga: Laba PGN (PGAS) Melesat

PGN mencetak kenaikan pendapatan sebesar 18,82% menjadi US$ 1,74 miliar pada semester I-2022, dibandingkan periode sama tahun lalu senilai US$ 1,46 miliar. Lonjakan tersebut menjadikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat 21,4% dari US$ 196,51 juta menjadi US$ 238,56 jutaa.

Raihan laba bersih tersebut sudah melampaui perkiraan konsensus analis atau setara dengan 76% dari target tahun ini. Sedangkan perolehan laba bersih tersebut setara dengan 75% dari perkiraan RHB Sekuritas, sehingga proyeksi kinerja keuangannya direvisi naik tahun ini.

Baca juga: Sederet Langkah Strategis PGN (PGAS) Bikin Sahamnya Kian Atraktif

“Kami memilih merevisi naik target harga saham PGAS dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.200 per saham. Revisi tersebut sejalan dengan dinaikkannya target kinerja keuangan perseroan tahun ini setelah realisasi semester I-2022 melesat,” tulis riset RHB Sekuritas yang diterbitkan, hari ini.

RHB Sekuritas merevisi naik target laba bersih tahun ini dari US$ 313 juta menjadi US$ 442 juta, seiring dengan proyeksi peningkatan margin operasional dari 16,3% menajdi 20,7%. Sedangkan proyeksi pendapatan tahun 2022 dipertahankan di level US$ 3,51 miliar.

RHB Sekuritas menyebutkan bahwa PGN masih diuntungkan atas solidnya harga jual migas bersamaan dengan kemampuan untuk menjaga biaya tetap terkendali, sehingga margin keuntungan bisa lebih tinggi, dibandingkan perkiraan semula. Hal ini menjadikan laba bersih perseroan tahun ini diprediksi lebih pesat dibandingkan proyeksi semula.

Baca juga: Parameter Bisnis Solid, PGN (PGAS) Masuk Rekomendasi Analis

Pertumbuhan kinerja keuangan perseroan, terang dia, juga bakal didukung atas peningkatan kontribusi segmen hulu minyak dan gas (migas). Peningkatan volume produksi bersamaan dengan harga jual yang tinggi menjadikan segmen ini berkontribusi besar bagi perseroan.

Namun demikian, RHB Sekuritas memprediksi PGN akan menghadapi risiko tahun depan sejalan dengan penurunan permintaan migas akibat perlambatan ekonomi dunia setelah dilanda inflasi tinggi. Kondisi ini tentu bisa menekan margin keuntungan mulai tahun 2023.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com