Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Punya Bisnis Baru, Bank Jago Bakal Gandeng Start-up Otomotif

Selasa, 17 Mei 2022 | 14:34 WIB

JAKARTA, Investor.id - Di tengah penurunan harga saham, PT Bank Jago Tbk dikabarkan memiliki strategi bisnis baru untuk meningkatkan penetrasi kredit.

Informasi yang beredar di pasar modal, bank digital pertama di Indonesia akan menggandeng sebuah ekosistem baru dalam memperluas kredit pada segmen otomotif.

Baca juga: Kapan Waktu yang Pas untuk Beli GOTO, ARTO, dan MDKA? Ini Jawabannya...

“Bank Jago sudah menjalin komunikasi yang intensif dengan ekosistem otomotif ini. Mereka segera signing kerja sama dalam bisnis baru ini,” ujar seorang eksekutif yang enggan diungkapkan identitasnya. 

Dia pun belum mau membeberkan nama mitra baru dari Bank Jago, meski memberikan petunjuk bahwa institusi ini merupakan salah satu startup otomotif terbesar di Asia Tenggara. “Tunggu saja, dalam hitungan hari bakal ada informasi mengenai hal ini,” ujarnya.

Sebagai informasi, Bank Jago aktif melakukan kerja sama pembiayaan atau partnership lending dengan sejumlah fintech, lembaga keuangan, dan startup. Totalnya ada 32 institusi yang bekerja sama dengan Bank Jago dan sebagian besar di antaranya adalah kerja sama pembiayaan.

Berkat business model ini, kredit Bank Jago melesat 376% dalam setahun terakhir menjadi Rp6,14 triliun pada akhir kuartal I/2022.

Pada kesempatan yang berbeda, Analis Samuel Sekuritas Paula Ruth mengatakan Bank Jago memiliki sejumlah faktor pendongkrak kinerja keuangan ke depan. Pertumbuhan datang dari kemitraan dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan didukung manajemen yang solid.
Analis Samuel Sekuritas Paula Ruth mengatkaan, masuknya Bank Jago dalam kemitraan maupun ekosistem dengan GoTo Gojek Tokopedia akan memberikan manfaat paling besar bagi perseroan. 
“Bank Jago akan menjadi perusahaan yang paling diuntungkan. Di antaranya, akuisisi pengguna yang lebih efisien dan pendekatan consumer centric yang lebih baik,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Baca juga: Bank Jago (ARTO) Cetak Laba Bersih Rp 19 Miliar

Jika semua pengguna GOTO menjadi pengguna Bank Jago,  dia mengatakan, harga saham ARTO saat ini akan menyiratkan EV/user sebesar Rp  2 juta, masih jauh lebih rendah dari EV/user rata-rata bank digital di negara-negara dengan penetrasi smartphone di bawah 70%. Dengan demikian besar potensi bagi Bank Jago untuk mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 123% tahun 2022 dan mencapai 109% pada 2023. 

Selain faktor tersebut, Paula mengatakan, Bank Jago merupakan pilihan yang menarik bagi investor yang mencari emiten teknologi dengan ekosistem yang kuat dan telah mencetak keuntungan. “Kami memperkirakan ARTO akan tetap membukukan bottom-line (inti) yang positif di masa mendatang setelah mencetak laba pertama kalinya tahun 2021. Laba inti perseroan tahun ini diprediksi naik 11%,” tulisnya.

Pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan, ungkap dia, didukung potensi pasar bank digital yang masih besar di Indonesia ke depan. Hal ini membuat pertumbuhan pengguna bank digital perseroan diperkirakan mencapai 214% tahun ini dan diharapkan kembali naik sebanyak 73% pada 2023.

Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ARTO dengan target harga Rp 10.100. Target harga ini mengasumsikan EV/user Rp 8 juta atau 40% di bawah rata-rata bank digital global.
“Kami melihat saham ARTO masih menjanjikan mengingat potensi manfaat jangka panjang dari bank digital dalam mengatasi kurangnya akses ke layanan perbankan atau sejenisnya bagi 51% masyarakat Indonesia,” tulisnya.

Sedangkan dalam jangka pendek, dia mengatakan, harga saham ARTO diproyeksikan bergerak volatil, di tengah kekehawatiran penurunan minat investor terhadap emiten teknologi dengan valuasi premium setelah pengumuman kenaikan suku bunga Fed di awal Mei.
Samuel Sekuritas menargetkan peningkatan laba bersih Bank Jago menjadi Rp 129 miliar tahun ini, dibandingkan realisasi tahun 2021 senilai Rp 11 miliar. Pendapatan bunga bersih perseroan juga diharapkan melonjak menjadi Rp 1,33 triliun, dibandingkan tahun lalu Rp 590 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN