Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, Nicolas D. Kanter.

Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, Nicolas D. Kanter.

Punya Cadangan Berlimpah, Antam Dekati Global Player Industri Baterai Kendaraan Listrik

Selasa, 11 Okt 2022 | 22:15 WIB
Muhammad Ghafur Fadhillah (redaksi@investor.id)

JAKARTA, ID - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam terus menjajaki kerja sama dengan perusahaan global (global player) di industri baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Langkah ini dilakukan untuk memanfaatkan besarnya potensi pertumbuhan di industri kendaraan listrik ke depannya.

"Kami melihat bahwa kesempatan ini tidak boleh lewat begitu saja, dan harus masuk ke dalam proyek baterai listrik. Karena kalau dilihat, komponen ini sangat penting dalam pengembangan ekosistem EV. Dan kami memang harus bermitra dengan strategic partner, tentunya adalah mereka yang global player," kata Direktur Utama Antam Nico Kanter pada acara BNI Investor Daily Summit 2022, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, (11/10/2022).

Jokowi: Indonesia Jadi Produsen Kunci Rantai Pasok Baterai Litium Global

Antam melalui anak usahanya, PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) telah memulai kerja sama patungan (joint venture/JV) pengembangan industri baterai EV dengan perusahaan global seperti dengan CATL melalui Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co., Ltd. (CBL) dan PT LG Energy Solutions (LGES), bernilai US$ 15 miliar. Hasil dari JV ini direncanakan rampung pada kuartal IV-2022.

Advertisement

"CATL dan LG adalah produsen baterai EV nomor satu dan nomor dua dunia. Kami juga menjajaki satu kerja sama dengan the biggest precussor produser. Kami belum bisa mengungkapkan lebih jauh, karena masih dalam penjajakan," ujar dia.

Nico mengatakan, pihaknya sebagai anggota MIND ID-BUMN Holding Industri Pertambangan mendapat tugas dari Pemerintah untuk mendukung program hilirisasi pertambangan. "Dan salah satu kuncinya adalah bahan baku baterai listrik yang dikelola Antam. Kami punya sumber daya (resources) dan cadangan (reserve) yang patut disyukuri dan bisa dimanfaatkan dengan baik," ujar dia.

Antam (ANTM) Bidik Perusahaan Patungan CBL dan LG Diteken Kuartal IV-2022

Dia menjabarkan, Antam memiliki cadangan bijih nikel yang mencapai 382 juta ton, terdiri dari 333 juta ton bijih nikel kadar tinggi (saprolit) dan 49 juta ton bijih nikel kadar rendah (limonit). Saprolite digunakan untuk bahan baku stainless steel, sementara limonite akan menjadi bahan baku baterai EV.

"Kalau dilihat dari resources, kami punya 1,4 miliar ton bijih nikel, di mana 900 juta ton terdiri dari Saprolite dan 500 juta lebih Limonite. Antam memiliki sumber daya ini di berbagai wilayah di Indonesia, dan kami juga membuat joint venture untuk menggarap resources ini," jelas dia.

Antam (ANTM) dan CNGR Mau Bangun Kawasan Industri, Demi Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik

Nico mengatakan, masuknya Antam ke ekosistem baterai kendaraan listrik akan berdampak positif bagi perusahaan, baik dari sisi keberlanjutan (sustainability) usaha maupun kinerja keuangan. Proyek ini juga akan menguntungkan dari sisi pajak dan mendatangkan lapangan pekerjaan baru.

“Kami percaya dengan proyeksi bahwa perekonomian Indonesia pada tahun 2035 bisa menjadi top five, kita bisa mempersiapkan diri, sehingga kita bisa menjadi negara yang berkontribusi dalam EV Battery,” ungkap dia.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com