Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BEI Bursa

BEI Bursa

Putusan PK Pailit Terbit, BEI Resmi Depak Saham APOL

Mashud Toarik, Sabtu, 4 April 2020 | 10:35 WIB

JAKARTA, investor.id – Upaya hukum PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) kandas sudah setelah Mahkamah Agung (MA) menolak Peninjauan Kembali atas keputusan Pailit APOL yang ditetapkan MA pada 10 September 2019 lalu. Adapun putusan pailit resmi APOL ini ditetapkan MA pada 4 Februari 2020.

Bagi Bursa Efek Indonesia (BEI), keputusan hukum tetap tadi menjadi landasan untuk melakukan penghapusan pencatatan Efek (Saham, Waran dan Obligasi) APOL dari BEI.

Sebelumnya, BEI telah melakukan Penghentian Sementara Perdagangan Efek (suspend) saham APOL sejak tanggal 4 November 2019.

Dalam Pengumuman BEI yang ditandatangani oleh Vera Florida dan Irvan Susandy, masing-masing selaku Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, pada Jumat malam (3/4/2020), BEI menyampaikan, penghapusan pencatatan Efek atau delisting efektif berlaku mulai perdagangan tanggal 6 April 2020.

“Dengan dicabutnya status Perseroan sebagai Perusahaan Tercatat, Perseroan tidak lagi memiliki kewajiban sebagai Perusahaan Tercatat dan Bursa Efek Indonesia akan menghapus nama Perseroan dari daftar Perusahaan Tercatat yang mencatatkan efeknya di Bursa Efek Indonesia,” tulis pengumuman tersebut.

Kendati begitu, persetujuan penghapusan pencatatan Efek Perseroan ini tidak menghapuskan kewajiban-kewajiban yang belum dipenuhi oleh Perseroan kepada Bursa.

Sebagai catatan, masalah hukum yang mendera APOL berawal dari gugatan Pailit yang diajukan oleh para kreditur Perseroan karena dinilai lalai membayar utang kepada kreditur.

 

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN