Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek PT Pratama Widya Tbk. Sumber: BSTV

Salah satu proyek PT Pratama Widya Tbk. Sumber: BSTV

Raih Kontrak Baru, Pratama Widya Targetkan Kenaikan Laba Hingga 20%

Minggu, 20 September 2020 | 16:07 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Pratama Widya Tbk (PTPW) pada awal September 2020, berhasil meraih kontrak baru dengan total nilai Rp 141,13 miliar. Adapun mayoritas kontrak ini sebanyak 70,4% berasal dari proyek infrastruktur yang tetap menggeliat di masa pandemi seperti dari PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)..

Corporate Secretary and Business Development Pratama Widya, Richard Antonio menjelaskan raihan kontrak tersebut tak lepas dari dukungan pemerintah melalui Instruksi Menteri Nomor 2 tahun 2020 yang menjamin pekerjaan jasa konstruksi tetap berlanjut di tengah pandemi dengan mendorong perusahaan mendapatkan kontrak baru dalam menjalankan bisnisnya.

Dengan diraihnya kontrak baru ini perseroan telah mencapai 86% dari target kontrak yang diincar pada tahun 2020 yakni sebanyak Rp 164 miliar.

“Dengan sejumlah kontrak baru ini kami menargetkan pendapatan pada kisaran Rp 185 miliar dengan laba bersih di atas 20%," jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima Investor Daily, Minggu (20/9).

Target pertumbuhan laba yang cukup besar ini lantaran Richard beranggapan di saat sektor swasta lainya mengalami penurunan akibat pandemi, bisnis perseroan masih dapat bertumbuh dikarenakan pembangunan infrastruktur Indonesia masih dibutuhkan guna membangkitkan ekonomi ketika pandemi secara resmi dinyatakan berakhir.

Kondisi ini membuat perseroan memutuskan untuk berfokus pada pekerjaan infrastruktur yang didanai oleh Pemerintah.

Alasan itu mengacu pada kenaikan anggaran Kementerian PUPR dalam RAPBN 2021 dan dinyatakan sebagai Kementerian dengan anggaran paling besar yakni Rp 149,8 triliun.

 "Hal tersebut menunjukkan penundaan program infrastruktur di tahun 2020 akan dikejar oleh Pemerintah pada tahun 2021 sehingga kontribusi pendapatan dari pembangunan Ibu Kota Negara baru dapat dirasakan oleh korporasi pada 2021, " kata dia.

Di sisi lain, untuk menjaga arus keuangan tetap sehat, Pratama Widya memutuskan untuk memaksimalkan penggunaan alat berat yang saat ini dimiliki dan meningkatkan mutu pemeliharaan alat, langkah ini dipilih untuk menghindari beban depresiasi apabila perseroan menambah alat berat sebagai bentuk efisiensi. Adapun pada tahun ini perseroan menganggarkan Capital Expenditure/capex sebanyak Rp 103,76 miliar.

“Di tengah pandemi seperti ini, menjaga likuiditas merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan. Saat ini tingkat likuiditas yang kami miliki cukup baik, seperti rasio net profit margin yang selalu di atas 20% dari sisi Profitability,  Current Ratio solvabilitas diatas 100% dan Debt to Equity Ratio (DER) selalu di bawah 1x. Sehingga perusahaan dapat tetap melakukan ekspansi dengan mencari proyek-proyek lain,” paparnya.

Meskipun sejumlah efisiensi dilakukan, perseroan tetap menjalankan operasional bisnisnya secara normal dengan tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan sebagai penunjang bisnis perusahaan pada sejumlah peluang bisnis baru salah satunya proyek infrastruktur yang berada di wilayah Indonesia timur.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN