Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gajah Tunggal.

Gajah Tunggal.

Raih Pinjaman Rp 1,45 Triliun, Gajah Tunggal Percepat 'Refinancing' Utang

Senin, 12 Juli 2021 | 06:45 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id – PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) meraih pinjaman sindikasi senilai Rp 1,45 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Permata Tbk (BNLI), dan PT Bank KEB Hana Indonesia. Perseroan akan menggunakan pinjaman tersebut untuk mempercepat pembayaran (refinancing) utang.

Dalam keterangan tertulis, Direktur Gajah Tunggal Kisyuwono menjelaskan, pinjaman bertenor tujuh tahun itu telah diterima perseroan pada 8 Juli 2021. BCA juga berperan sebagai mandate lead arranger, bookrunner, serta agen fasilitas dan jaminan dari para pihak pembiayaan sesuai dengan perjanjian kredit.

“Dana hasil pinjaman ini akan digunakan untuk membayar lebih awal sisa surat utang senior dengan PT Bank QNB Indonesia sebagai agen fasilitas dengan jumlah pokok sebanyak US$ 250 juta yang akan jatuh tempo pada 2022,” ungkapnya.

Kisyuwono menegaskan, fasilitas kredit baru tersebut diharapkan membawa dampak positif bagi perseroan dalam jangka panjang, yaitu membantu likuiditas dan meredam gejolak pengaruh valuta asing yang berpengaruh pada laba rugi. “Mengingat fasilitas kredit baru seluruhnya diperoleh dalam mata uang rupiah, pemberian fasilitas kredit ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan,” tuturnya.

Sebelumnya, Gajah Tunggal menerbitkan obligasi global (global bond) sebesar US$ 175 juta. Dana hasil emisi obligasi tersebut digunakan untuk membiayai penawaran tender (tender offer) obligasi global yang bernilai US$ 250 juta.

Seperti dilansir oleh BondEvalue, obligasi global Gajah Tunggal memiliki tenor 5 tahun dengan 2 tahun opsi non-call. Adapun tingkat bunga dari obligasi itu mencapai 9,37% dan peringkatnya Caa1/B.

Dana dari obligasi global itu dipakai untuk membiayai tender offer obligasi senilai US$ 250 juta yang akan jatuh tempo pada 2022 dengan tingkat bunga 8,37%.

Adapun nilai awal penerbitan obligasi global Gajah Tunggal ini senilai US$ 270 juta. Berdasarkan prospektus, perseroan menargetkan jatuh tempo global bond yang baru secepat-cepatnya pada 2026 atau jangka waktu lain yang ditentukan oleh direksi perseroan.

Manajemen Gajah Tunggal menjelaskan, penerbitan surat utang baru akan membuat posisi likuiditas perseroan lebih bagus dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini mengingat surat utang baru akan memperpanjang jatuh tempo kewajiban perseroan dari jangka pendek menjadi jangka panjang.

Tahun lalu, Gajah Tunggal membukukan laba bersih Rp 320,37 miliar, meningkat 19,05% dibandingkan 2019 yang sebesar Rp 269,1 miliar. Sedangkan penjualan turun 15,69% menjadi Rp 13,43 triliun pada 2020 dibandingkan 2019 sebesar Rp 15,93 triliun.

Lonjakan laba bersih tersebut didukung oleh penurunan beban penjualan, umum dan administrasi, serta beban keuangan. Keuntungan juga ditopang oleh perolehan keuntungan lain-lain bersih senilai Rp 102,74 miliar. Adapun dengan kas dan setara kas perseroan akhir 2020 melonjak menjadi Rp 1,04 triliun dari Rp 635,18 miliar. Sedangkan jumlah liabilitas perseroan turun dari Rp 12,62 triliun menjadi Rp 10,92 triliun.

Tahun ini, Gajah Tunggal mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 30-40 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kinerja perseroan. Belanja modal tersebut akan difokuskan untuk perawatan dan peremajaan mesin-mesin serta alat berat. Selain itu, capex akan dipakai untuk melunasi akuisisi tanah PT Softex Indonesia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN