Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL). Foto: IST/beritasatu.com

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL). Foto: IST/beritasatu.com

Rasio Dividen Metrodata Naik Jadi 25%

Selasa, 8 Juni 2021 | 22:57 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) akan membagikan dividen sebesar Rp 90,85 miliar atau Rp 37 per saham. Dividen itu setara dengan 25% dari laba bersih tahun 2020 yang sebesar Rp 364,93 miliar.

Presiden Direktur Metrodata Electronics Susanto Djaja menyebutkan, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) memutuskan untuk meningkatkan rasio dividen dari 22,7% menjadi 25%. “Langkah ini kami lakukan sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan pemegang saham. Secara nominal, naik 12,1% dari total dividen yang dibagikan pada RUPST 2019,” jelas Susanto, Selasa (8/6).

Sepanjang 2020, Metrodata berhasil mencatatkan kinerja positif dengan laba naik 2,2% menjadi Rp 364,93 miliar dibandingkan periode sama 2019 senilai Rp 357 miliar. Pertumbuhan laba bersih ditopang oleh meningkatnya penjualan di unit bisnis solusi dan konsultasi yang menghasilkan margin laba kotor yang lebih baik.

Sedangkan untuk kuartal pertama 2021, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 3,9 triliun atau meningkat 13,9% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu Rp 3,4 triliun.

Direktur Metrodata Electronics Randy Kartadinata mengungkapkan, hal ini berasal dari pertumbuhan pendapatan di kedua lini bisnis MTDL. ”Yaitu lini bisnis distribusi yang pada kuartal I-2021 meraih pertumbuhan pendapatan 14,3% YoY, serta lini bisnis solusi dan konsultasi yang naik 11,7% YoY,” ujar dia.

Randy menambahkan, masing-masing lini bisnis perseroan turut memberikan kontribusi yang positif berkat diversifikasi produk dan jasa yang ditawarkan. Dari unit bisnis distribusi, peningkatan penjualan berasal dari smartphone yaitu sebesar 93,0% dibandingkan dengan kuartal I tahun sebelumnya.

Di sisi lain, unit bisnis solusi dan konsultasi membukukan pertumbuhan pendapatan berulang (recurring revenue) sebesar 22,6% pada kuartal i-2021 dari layanan cloud, IT security, dan digital business application serta layanan lainnya. 

“Saat ini kontribusi dari pendapatan berulang mencapai 40% dari total pendapatan unit bisnis tersebut dan diharapkan akan terus bertumbuh di masa mendatang. Pada kuartal I-2021, perseroan juga berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 121,6 miliar, meningkat sebesar Rp 27,3 miliar atau naik 29,0% YoY dibanding tahun sebelumnya,” kata dia.

Naik 10%

Sementara itu, hingga akhir 2021, Metrodata Electronics menargetkan kenaikan pendapatan dan laba bersih masing-masing 8% dan 10%. Untuk mencapainya, perseroan akan fokus pada penambahan kerja sama dengan mitra baru untuk produk-produk TIK. “Selain itu, opsi diversifikasi unit bisnis solusi, konsultasi, dan distribusi bakal dilaksanakan,” ujar Randy.

Pada unit bisnis distribusi, perseroan diketahui sedang mengembangkan digital platform business untuk memfasilitasi mitra maupun dealer yang melakukan penjualan produk perseroan. Dengan demikian, nantinya perseroan dapat melakukan pengiriman barang secara langsung atau biasa dikenal dengan sistem dropship. Langkah ini diharapkan dapat menjadi penggerak bisnis unit distribusi.

Pada unit bisnis solusi, kata Randy, Metrodata akan menyasar segmen bank kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) II dan BUKU III, perusahan startup, unicorn, serta sektor publik lainnya, seperti BUMN. Perseroan juga akan menambah mitra baru untuk produk-produk software, cloud, IT security, IoT, gaming, hingga home appliances. 

Adapun salah satu inovasi terbaru dari perseroan saat ini dilakukan melalui anak usahanya, PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI). SMI meluncurkan platform virtual 360° yang disebut Nexworld°.

Inovasi ini menjadi yang pertama dan terbesar di bidang TIK di Indonesia, dan menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan mobilitas aktivitas bisnis para pemangku kepentingan Metrodata secara umum dan SMI secara khusus.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN