Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kapal bersandar di IPCC.

Kapal bersandar di IPCC.

Rasio Utang Indonesia Kendaraan Terminal Meningkat Akibat PSAK 73

Jumat, 3 Juli 2020 | 18:48 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, Investor.id - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat peningkatan rasio utang terhadap ekuitas atau ratio debt to equity menjadi 0,79 kali pada kuartal I-2020 dibandingkan akhir tahun lalu mencapai 0,18 kali. Hal ini dipicu oleh penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 73 sejak awal 2020.

Investor Relations Indonesia Kendaraan Terminal Reza Priyambada mengatakan, kenaikan rasio itu sejalan dengan pencatatan atas kewajiban sewa jangka panjang terhadap pihak berelasi sejak awal 2020 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pencatatan atas akun kewajiban perseroan timbul sebagai aktivitas operasional, seperti utang usaha kepada pihak ketiga maupun pihak berelasi dan juga beban akrual yang terdiri atas kewajiban atas kerja sama mitra usaha dan sebagainya.

Meski demikian, Reza mengungkapkan, penerapan PSAK tersebut tercatat sebagai kewajiban perseroan terhadap aset yang disewa dengan memperhitungkan diskonto berdasarkan suku bunga acuan tertentu, sehingga timbul akun kewajiban sewa jangka panjang pada neraca.

“Dengan demikian, kewajiban jangka panjang yang timbul adalah yang berhubungan operasional perseroan atas penggunaan lahan milik IPC, bukan akibat adanya penerbitan surat utang jangka panjang seperti umumnya,” jelas dia dalam keterangan tertulis.

Sebelumnya, emiten berkode saham IPCC ini memiliki perjanjian atas sewa lahan jangka panjang kepada pihak berelasi yaitu, Pelabuhan Indonesia II (Persero) melalui cabang Pelabuhan Tanjung Priok dengan total masa sewa selama 15 tahun. Nilai pembayaran sewa tersebut mencapai Rp1,31 triliun yang dibayarkan setiap 5 tahun.

Kemudian, Indonesia Kendaraan Terminal memiliki perjanjian dengan pihak yang sama terkait pendayagunaan aset di area eks-PP dengan jangka waktu selama 4 tahun dan area eks-presiden dengan jangka waktu dua tahun sejak November 2018.

“Atas perjanjian tersebut, dengan penyesuaian pencatatan akun dengan PSAK 73, maka timbul kewajiban sewa jangka panjang IPCC di periode triwulan pertama 2020 senilai Rp 697,7 miliar atau naik 100% dari periode yang sama di tahun sebelumnya dimana pada periode sebelumnya tidak ada pencatatan atas kewajiban sewa jangka panjang tersebut,” ujarnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN