Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pradiksi Gunatama menggelar IPO saham dengan perolehan dana Rp 103,5 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi

Pradiksi Gunatama menggelar IPO saham dengan perolehan dana Rp 103,5 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi

Raup Dana IPO Rp 103,5 Miliar, Pradiksi Gunatama Akan Perluas Lahan

Selasa, 7 Juli 2020 | 15:57 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id -  PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) berencana menggunakan seluruh dana Initial Public Offering (IPO) saham senilai Rp 103,5 miliar untuk pengembangan ke depan. Dana tersebut bakal dimanfaatkan untuk pembelian lahan, penanaman baru kelapa sawit, dan pengembangan dermaga.

Perseroan sebelumnya telah melepas 18% saham atau sebanyak 900 juta saham kepada publik dengan harga pelaksanaan Rp 115 per saham, sehingga diperoleh dana segar mencapai Rp 103,5 miliar. Perseroan kini merupakan emiten ke 32 yang mencatatkan sahamnya di BEI tahun ini. Dengan demikian, total perusahaan tercatat hingga saat ini menjadi 696.

Sedangkan PT Investindo Nusantara Sekuritas bersama dengan PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) dan PT Panca Global Sekuritas sebagai bertindak sebagai penjamin pelaksana efek. Hingga penutupan perdagangan saham di BEI, Selasa (7/7), saham PGUN ditutup mengalami penolakan otomatis (auto reject) atas setelah harga naik Rp 40 (34,78%) menjadi Rp 155.

Direktur Utama Pradiksi Gunatama Indra Irawan mengatakan, dalam melancarkan aksi korporasinya, perseroan akan menggunakan dana hasil IPO saham setelah dikurangi biaya-biaya emisi untuk belanja modal, seperti membuka lahan, tanaman baru, serta pengembangan dermaga.

“Dana juga dimanfaatkan untuk pembangunan berupa pengerasan jalan, serta untuk membangun fasilitas perumahan karyawan dan sisanya akan digunakan sebagai modal kerja,” ujar dia dalam pembukaan perdagangan virtual BEI, Selasa (7/7).

Direktur Keuangan dan Administrasi Pradiksi Gunatama Tamlikho mengatakan, pencatatan saham ini merupakan realisasi dari komitmen manajemen untuk go public melalui mekanisme perdagangan di BEI.

Berdasarkan informasi Investindo Nusantara Sekuritas, sebanyak 1.860 investor memesan saham perseroan. Dari total tersebut, sejumlah 211 juta lebih saham merupakan permintaan yang berasal dari pooling allotment yang mencerminkan kelebihan permintaan sebanyak 23,54 kali dari porsi pooling tersebut, atau secara keseluruhan terjadi oversubscribed sebesar 1,23 kali.

Hingga akhir 2019, perseroan membukukan kenaikan penjualan bersih menjadi Rp 229,25 miliar, dibandingkan dengan periode sama di tahun sebelumnya Rp 84,51 miliar. Peningkatan ini seiring dengan selesainya pabrik minyak kelapa sawit perseroan yang sudah beroperasi sejak Agustus 2019.

Terkait pembagian dividen, perseroan mengusulkan mulai tahun 2023 atau dari raihan laba bersih tahun buku 2022. Dengan ketentuan laba bersih setelah pajak Rp 50 miliar sampai dengan Rp 100 miliar dividen yang dibagikan sebesar 15% dan laba bersih setelah pajak di atas Rp 100 miliar dividen yang dibagikan sejumlah 20%.

Hingga 31 Desember 2019, total aset perseroan sebesar Rp 1,93 triliun dan total Liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp 1,19triliun. Total Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp 745,81 miliar.

Perseroan yang didirikan pada 1995 ini memiliki kegiatan usaha utama bidang perkebunan dan pengolahan kelapa sawit terpadu. Saat ini, perseroan menguasai perkebunan kelapa sawit seluas 22.586 hektare yang berlokasi di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur dengan areal tanam seluas 12.869 ha dengan tanaman telah menghasilkan seluas 11.669 Ha (51,66%), tanaman belum menghasilkan seluas 1.200 Ha (5,31%).

Selain itu, luas areal tanam milik perseroan yang masih dapat dikembangkan seluas 5.993 Ha (26,53%) dan areal yang tidak dapat ditanam sebesar 3.725 Ha (16,49%). Perseroan memiliki pabrik minyak kelapa sawit dengan kapasitas 60 ton per jam dan masih dapat ditingkatkan menjadi 90 ton per jam atau setara dengan +/- 100 ribu MKS per tahun.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN