Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indika Energy. Foto: DEFRIZAL

Indika Energy. Foto: DEFRIZAL

'Realignment Portofolio, Indika Energy Lakukan Transaksi Affiliasi

Kamis, 2 Juli 2020 | 13:52 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id -  PT Indika Energy Tbk (INDY) melaksanakan transaksi afiliasi dengan PT Petrosea Tbk (PTRO). Transaksi tersebut berupa jual beli saham di sejumlah anak usaha yang bertujuan untuk realignment portofolio-portofolio bisnis.

Sekretaris Indika Energy Adi Pramono mengatakan, transaksi afiliasi tersebut dilaksanakan pada 29 Juni 2020, yaitu jual beli dan saham antara PT Petrosea Tbk (PTRO) dan PT POSB Infrastruktur Indonesia (PII) sebagai pihak penjual. Adapun, pihak pembeli adalah PT Interport Mandiri Utama (IMU) dan PT Indika Multi Niaga (IMN).

“Transaksi afiliasi tersebut dilakukan terhadap saham-saham di PT Pusat Sarana Baruna (PSB) dan PT PSOB Reksa Bumi (PRI). Kemudian, IMU dan IMN merupakan pihak terkendali perseroan dari PT Indika Energy Infrastructure (IEI),” ujar Adi dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (2/7).

Aksi korporasi tersebut dilakukan sebagai usaha Indika Energy untuk realingmennt portofolio-portofolio bisnis, sehingga masing-masing perusahaan dapat saling melengkapi kekuatan, keahlian dan pengalaman. Hal ini diharapkan menciptakan sinergi, seperti peningkatan efisiensi operasional dan manajemen, optimalisasi dalam penggunaan aset serta memperluas akses ke sumber modal.

“Transaksi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk menjaga daya saing dalam industri, dan memberi kesempatan untuk memaksimalkan potensinya dalam melangkah lebih jauh melalui ekspansi di kemudian hari,” ujar Adi.

Sebagai informasi, IEI, IMU, IMN, PTRO, PSB dan PRI merupakan perusahaan terkendali dari perseroan baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, terdapat kesamaan antara anggota pengurus pihak-pihak yang melakukan transaksi.

Hingga triwulan I-2020, emiten yang bergerak di bidang usaha utama pertambangan ini memperoleh pendapatan sebesar US$ 641,50 juta, perolehan ini menurun 8,45% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang mencatatkan US$ 700,72 juta.

Pendapatan tersebut terdiri atas pendapatan kontrak dan jasa yang tercatat US$ 178,66 dibandingkan dengan periode sama tahun 2018 yakni US$ 199,02 juta. Kemudian, total penjualan batubara juga mengalami penurunan menjadi US$ 453,95 juta dari semula US$ 491,29 juta, dan perdagangan lainnya dari pelanggan dalam negeri yang tercatat US$ 8,88 juta dari semula US$ 10,41 juta.

Beban pokok kontrak dan penjualan diperoleh sejumlah US$ 536,59 juta, turun 7,97% dari kuartal I-2018 yang membukukan US$ 583,08 juta. Dengan demikian, laba kotor yang diperoleh pada periode 3 bulan pertama turun menjadi US$ 104,91 juta dari semula US$ 117,64 juta.

Indika Energy mencatatkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sejumlah US$ 21,02 juta, dibandingkan dengan triwulan I-2018 yang memperoleh laba bersih sebesar US$ 11,70 juta. Pihaknya juga membukukan rugi per saham dasar sejumlah US$ 0,0040 per saham dari semula US$ 0,0022 per saham.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN