Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung memperhatikan monitor pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Pengunjung memperhatikan monitor pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

FOKUS PASAR:

Realisasi Belanja Negara Semester I-2021 Capai Rp 283,2 Triliun

Jumat, 23 Juli 2021 | 09:14 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi belanja negara pada semester I-2021 yang mencapai Rp 283,2 triliun atau 1,72% dari PDB. Capaian ini dinilai masih berada pada jalur dan sesuai dengan UU APBN, dimana total defisit diperkirakan berada pada Rp 1,006,4 triliun atau 5,7% dari PDB.

Pilarmas Sekuritas dalam risetnya, Jumat (23/7), menyebutkan APBN mencatatkan pendapatan negara sebesar Rp 886,9 triliun atau tumbuh 9,1% yoy atau 50,9% dari target APBN 2021. Jika dilihat lebih rinci, penerimaan pajak sebesar Rp 557,8 triliun atau tumbuh 4,9% yoy.

Pada 2020, pungutan negara mengalami kontraksi yang cukup dalam yaitu 12% atau hanya Rp 531,8 triliun. Dari bea cukai, terkumpul Rp 122,2 triliun atau tumbuh 31,1%. Dibandingkan tahun lalu yang naik 8,8%, loncatan ini lebih dari 3 kali lipat.

Ilustrasi APBN. Sumber: youtube
Ilustrasi APBN. Sumber: youtube

Sementara penerimaan negara bukan pajak realisasinya Rp 206,9 triliun. Capaian ini naik 11,4% dari tahun lalu yang mengalami kontraksi 11,2%. Kemudian dari belanja negara, pemerintah telah mengeluarkan Rp 1,170 triliun atau tumbuh 9,4%. Kenaikan yang cukup besar dari belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp 696,3 triliun atau naik 19,1%.

Dari kementerian atau lembaga, belanjanya Rp 449,6 triliun atau melonjak 28,3% dibandingkan tahun sebelumnya . Sedangkan non-K/L Rp 346,7 triliun atau naik 8,9%.

Sri Mulyani mencatat transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) masih mengalami kendala. Hingga semester I, hanya Rp 373,9 triliun atau mengalami kontraksi 6,8%. Meski TKDD sudah ditransfer, pemerintah daerah masih belum menggunakannya.

Pemerintah pusat berharap pemerintah daerah dapat segera mengakselerasi jumlah transfer yang dianggarkan mencapai Rp 795,5 triliun, sehingga dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN