Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Surya Esa Perkasa Tbk. Foto: Perseroan.

PT Surya Esa Perkasa Tbk. Foto: Perseroan.

Refinancing, Anak Usaha Surya Esa Perkasa Raih Fasilitas Pinjaman Berjangka US$ 495 Juta

Selasa, 30 Maret 2021 | 08:10 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) umumkan keberhasilan dalam refinancing fasilitas pinjaman berjangka panjang di anak usahanya yakni PT Panca Amara Utama (PAU). Fasilitas pinjaman berjangka tersebut bernilai US$ 495 juta.

Direktur Surya Esa Perkasa Vinod Laroya menjelaskan, pemberian fasilitas tersebut diatur oleh sebuah sindikasi yang terdiri atas bank lokal dan internasional. Fasilitas baru ini memungkinkan PAU untuk memiliki struktur keuangan yang lebih ramping dan solid serta membebaskan utang di level induk perusahaan.

“Kami bangga dapat mengumumkan keberhasilan refinancing atas kewajiban jangka panjang di PAU melalui fasilitas baru ini. Fasilitas pinjaman baru ini akan memperkuat posisi keuangan Perusahaan terutama di masa-masa yang penuh ketidakpastian,” jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/3).

Adapun sebelumnya, Perseroan diketahui sedang mengembangkan produk baru bernama amonia biru sebagai alternatif energi rendah karbon untuk masa depan. Amonia diketahui banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk, plastik, dan bahan kimia di seluruh dunia.

Untuk merealisasikan rencana itu, pada 18 Maret 2021, Surya Esa Perkasa, melalui PAU, telah menandatangani MoU untuk pengumpulan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (carbon capture, utilization, & storage/CCUS), bersama dengan Japan Oil, Gas and Metals National Corporation (JOGMEC), Mitsubishi Corporation (MC), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Dalam MoU ini, mereka akan mengembangkan produksi amonia rendah karbon, atau dikenal sebagai ‘amonia biru’ di Indonesia. Hal ini juga menegaskan komitmen perseroan dalam menciptakan masa depan berkelanjutan sambil memperluas jangkauan pasar amonia saat ini.

Sementara itu, akhir tahun 2021, Surya Esa Perkasa optimis kinerja akan membaik dari tahun 2020 lalu. Sejalan dengan tren peningkatan permintaan amonia akibat keterbatasan pasokan dan harga yang naik. 

Seperti yang diketahui, berdasarkan laporan keuangan konsolidasi audit per 31 Desember 2020, Surya Esa Perkasa membukukan pendapatan US$ 175,5 juta, turun 21% dibandingkan tahun 2019 senilai US$ 221,9 juta. Perseroan mencatatkan rugi bersih US$ 33,6 juta tahun lalu. 

Hal tersebut diakibatkan oleh produksi LPG yang turun 17,9% menjadi sebesar 61.448 metrik ton (MT) dari tahun 2019 sebanyak 74.871 MT. Produksi kondensat 139.961 barel, juga turun 15,1% dari 164.948 barel tahun 2019.

Vinod mengatakan, meskipun harga amonia mengalami penurunan secara signifikan akibat dampak Covid-19 yang mengakibatkan perlambatan tahun 2020. Namun, pasar amonia juga relatif mampu bertahan. 

“Ditunjukkan dengan adanya kenaikan kembali harga amonia secara tajam sejak Januari 2021 yang didorong oleh masalah hambatan pasokan serta memasuki masa awal pemulihan permintaan,” ujarnya.

Kedepanya, perseroan akan terus meningkatkan kinerja seiring dengan pemulihan harga dan permintaan di pasar global. “Dengan rekam jejak produksi yang kuat, budaya karyawan, dan tim manajemen yang mampu melalui tahun 2020 yang sulit, kami siap untuk terus menciptakan pertumbuhan di masa mendatang,” pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN