Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Polytama Propindo

Polytama Propindo

Refinancing Utang, Polytama Propindo Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp 750 Miliar

Jumat, 14 Agustus 2020 | 15:18 WIB
Muhammad Ghafur Fadila

JAKARTA, Investor.id - PT Polytama Propindo berencana menggalang dana dengan penerbitan surat utang dan sukuk mencapai Rp 750 miliar. Dana perolehan aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk membiayai kembali (refinancing) utang.

Direktur Keuangan Polytama Propindo Uray Azhari mengatakan, perseroan akan mengemisi obligasi mencapai Rp 450 miliar dan sukuk sebanyak Rp 300 miliar. Sebagian besar dana perolehan akan digunakan untuk penyelesaian pembayaran sebagian utang kepada kreditur Polytama dengan tetap memperhatikan Prinsip Syariah di Pasar Modal.

Polytama juga menetapkan obligasi dan sukuk ijarah tersebut terdiri atas tiga seri, yakni seri A yang berjangka waktu 1 tahun dengan kupon sebesar 9,00-10,00%, Seri B berjangka waktu dengan kupon 10,25%-11,25%, dan Seri C memiliki tenor 5 tahun dengan kupon sebesar 11,00%-12,00%.

“Bunga obligasi dan cicilan imbalan ijarah dibayarkan setiap tiga bulan sejak Tanggal Emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi dan cicilan imbalan ijarah untuk sukuk ijarah.” jelasnya usai konferensi pers secara virtual di Jakarta, Jumat (14/8).

Lebih lanjut, Uray menjelaskan, pembayaran bunga obligasi dan pembayaran cicilan imbalan ijarah pertama akan dilakukan pada 9 Desember 2020. Sedangkan pembayaran bunga obligasi dan cicilan imbalan ijarah terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing pada tanggal 19 September 2021 untuk obligasi dan sukuk ijarah Seri A, lalu 9 September 2023 untuk seri B, dan sisanya, yakni seri C pada tanggal 9 September 2025.

Dalam aksi ini, perusahaan menunjuk PT BNI Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT CIMB Niaga Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi. Kemudian periode bookbuilding akan berlangsung sejak 13 Agustus 2020 dan berakhir pada 25 Agustus 2020 mendatang.

Perseroan juga memperkirakan pernyataan efektif penerbitan obligasi dan sukuk ini dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 31 Agustus 2020, sehingga penawaran umum bisa berlangsung pada 1-4 September 2020 dan penjatahan akan dilakukan pada 7 September 2020.

Sementara itu, Direktur Utama Polytama Didik Susilo mengatakan, mayoritas saham Polytama dimiliki PT Tuban Petrochemical Industries, yaitu anak perusahaan PT Pertamina (Persero), dengan kepemilikan sebesar 80%. Sedangkan sisanya sebesar 20% sahamnya dimiliki oleh Passio Investment BV (Belanda) yang merupakan anak perusahaan Pasio Holding N.V Curacao (Dutch Caribbean).

“Tuban Petrochemical Industries resmi menjadi bagian dari Pertamina Group setelah PT Pertamina (Persero) melakukan penyetoran modal sebesar Rp 3,1 triliun dan menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan saham sebesar 51%. Dengan ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dan daya tarik bagi para investor untuk masuk dalam obligasi kami,” paparnya.

Kedepan, dia mengatakan, perseroan optimis dapat terus mengembangkan sayapnya di pasar polypropylene Indonesia, terlebih industri petrokimia yang merupakan industri hulu memiliki peran vital dan strategis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai perusahaan penghasil polypropylene resin terbesar dalam bentuk granule kedua di Indonesia.

“Meskipun ekonomi secara global turun, namun permintaan polypropylene dari sektor packaging masih tinggi. Kuatnya permintaan berasal dari sector packaging yang menjadi kontributor terbesar bagi permitaan produk perseroan,” pungkasnya

Didik menambahkan, perseroan berhasil membukukan pertumbuhan tahunan volume produksi Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 6,9% untuk periode 2016-2019 dan diikuti pertumbuhan penjualan dengan CAGR sebesar 6,4%, dan EBITDA dengan CAGR sebesar 14,6%.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN