Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Adaro Energy. Foto: Defrizal

Adaro Energy. Foto: Defrizal

Regulasi Perkuat Prospek Adaro Energy

Kamis, 16 Juli 2020 | 04:27 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mendapat dukungan positif menyusul pengesahan UU Minerba yang baru, karena dapat menopang pertumbuhan berkelanjutan perseroan. Sedangkan upaya Pemerintah Tiongkok menjaga harga batu bara juga menjadi sentimen positif bagi Adaro.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andy Wibowo Gunawan mengungkapkan, DPR sebelumnya telah menyetujui revisi UU Minerba. Revisi regulasi tersebut bertujuan untuk mengembangkan industri hilir dan mendorong perekonomian dalam negeri dalam jangka panjang.

“Revisi regulasi ini memungkinkan penambang, khususnya izin penambang dengan perjanjian karya pertambangan batu bara (PKP2B), memperpanjang izin operasionalnya dengan birokrasi lebih sederhana dan terpusat. Meski besaran pungutan royalti dan pajak belum dapat dipastikan,” tulis Andy dalam risetnya, baru-baru ini.

Dia menegaskan, Adaro Energy dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akan menjadi pemegang PKP2B yang paling diuntungkan ke depan atas revisi peraturan tersebut. Hal ini mendorong Mirae Asset Sekuritas merevisi naik prospek saham emiten pertambangan batu bara menjadi overweight dengan menempatkan saham ADRO dan ITMG sebagai pilihan teratas.

Terkait harga jual batu bara tahun ini, Andy menurunkan proyeksi rata-rata harga jual batu bara global selama 2020-2021 menjadi masing-masing US$ 65 per ton (turun 7,1%) dan US$ 70 per ton (turun 6,7%). Penurunan itu dipengaruhi oleh strategi Pemerintah Tiongkok yang menyeimbangkan produksi dalam jangka pendek.

Gedung Adaro. Foto; IST
Gedung Adaro. Foto; IST

Produksi batu bara Tiongkok direvisi lebih rendah menjadi menjadi 3,32 miliar ton tahun ini dan diharapkan meningkat menjadi 3,49 miliar ton pada 2021. Harga tersebut untuk menjadikan harga jual batu bara tetap berada di levelyang masuk akal dalam jangka menengah guna mendukung produsen batu bara Negara tersebut tetap bertahan.

Sebab itu, Mirae menaikkan rekomendasi saham ADRO menjadi trading buy dengan target harga Rp 1.260. Target harga tersebut telah mempertimbangkan ekspektasi solidnya volume produksi perseroan pada kisaran 54 juta ton pada 2020 dan 2021. Begitu juga stripping ratio diharapkan bertahan sebesar 4,3 kali dan 4,6 kali.

Meski demikian, Andy memproyeksikan penurunan laba bersih Adaro Energy menjadi US$ 316,8 juta tahun ini dibandingkan tahun lalu senilai US$ 404,2 juta. Pendapatan diperkirakan turun dari US$ 3,45 miliar menjadi US$ 2,5 miliar.

Sebelumnya, analis Trimegah Sekuritas Richard Suher man mengungkapkan, ratarata harga jual batu bara telah memasuki level terendah pada kuartal II tahun ini, sehingga peluang kenaikan harga jual lebih tinggi dibandingkan penurunan, untuk beberapa bulan mendatang.

Kenaikan juga didukung oleh peningkatan permintaan setelah lockdown akibat pandemi telah dibuka di sejumlah negara.

“Kami memperkirakan harga jual batu bara akan berangsurangsur pulih setelah pembukaan lockdown di sejumlah negara. Namun, kenaikan relatif terbatas dan membutuhkan waktu lama.

Kenaikan harga jual juga didukung oleh penurunan suplai dari Tiongkok dan Indonesia,” tulis Richard dalam risetnya.

Salah satu lokasi tambang Adaro Energy
Salah satu lokasi tambang Adaro Energy

Terkait permintaan batu bara global, menurut dia, diperkirakan tetap rendah. Adaro Energy menargetkan produksi berkisar 54-58 juta ton tahun ini.

Sedangkan pendapatan perseroan diproyeksikan mencapai US$ 2,7 miliar tahun ini dan laba bersih sebesar US$ 280 juta.

Meski kinerja operasional perseroan menghadapi tantangan, Adaro Energy memiliki kekuatan yang didukung oleh neraca keuangan yang sehat dan pengendalian biaya yang berjalan baik. Perseroan juga mencatat debt to equity sebesar 0,5 kali atau tergolong rendah. Interest rate coverage mencapai 10,9 kali. Perseroan juga membukukan kas internal yang besar mencapai US$ 1,6 miliar.

“Data tersebut menunjukkan bahwa perseroan memiliki ruang yang baik untuk bertahan di tengah kondisi seperti sekarang. Perseroan juga didukung oleh faktor positif, yaitu pengendalian biaya yang baik di tengah harga jual batu bara yang rendah, seperti yang pernah dilakukan pada 2016,” ungkap Richard.

Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas menaikkan rekomendasi saham ADRO dari netral menjadi beli dengan target harga Rp 1.350. Target harga tersebut mencerminkan perkiraan PE tahun ini sekitar 7 kali.

Target tersebut juga mengindikasikan rasio dividen perseroan yang besar dengan perkiraan dividendyield mencapai 6% tahun ini. Target tersebut juga telah mempertimbangkan perkiraan laba bersih Adaro Energy sebesar US$ 280 juta tahun ini dan pendapatan sebesar US$ 3,45 miliar.

Trimegah Sekuritas memperkirakan penurunan produksi batu bara Adaro Energy menjadi 53,9 juta ton tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu yang mencapai 57,7 juta. Proyeksi itu sejalan dengan penurunan stripping ratio perseroan dari 4,5 kali menjadi 4,4 kali.

Begitu juga dengan rata-rata harga jual diperkirakan turun dari US$ 57,7 per ton menjadi US$ 53,9 per ton. Adaro Energy merupakan perusahaan pertambangan batu bara yang terintegrasi mulai dari kegiatan jasa perdagangan, jasa, industri, pengangkutan batu bara, bengkel, pertambangan, hingga konstruksi. Perseroan juga mengembangkan pembangkit listrik. Sedangkan PT Adaro Strategic Investments bertindak sebagai pemegang 43,91% saham Adaro.

Presiden Direktur dan CEO Adaro Energy Garibaldi Thohir pernah mengatakan, kondisi pasar batu bara diproyeksikan tetap menantang pada 2020 akibat pandemi global.

“Kami melakukan upaya terbaik untuk mengatasi tantangan jangka pendek ini dengan dukungan operasi, model bisnis, dan posisi keuangan yang solid,” ujarnya..

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN